Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bakal Nanya Inflasi ke Kepala Daerah saat Sidak, Jokowi: Jangan Gelagapan!

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Kamis, 18 Agustus 2022 |10:49 WIB
Bakal Nanya Inflasi ke Kepala Daerah saat Sidak, Jokowi: Jangan Gelagapan!
Presiden Joko Widodo (foto: dok biro pers)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kepala Daerah untuk benar-benar memahami secara baik keadaan inflasi di daerahnya. Jokowi pun mewanti-wanti akan menanyakan secara mendadak mengenai inflasi kepada kepala daerah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022, Kamis (18/8/2022).

"Detail angka-angkanya harus tahu, provinsi harus tahu. Posisi inflasi saya di angka berapa. Nanti saya ke daerah saya tanya jangan gelagapan, enggak ngerti posisi inflasi provinsinya berada di angka berapa. Mana yang tinggi, mana yang pada posisi normal mana yang pada posisi rendah lihat," kata Jokowi.

 BACA JUGA:Jokowi Perintahkan Mendagri Pakai Anggaran Tak Terduga untuk Tekan Inflasi di Daerah

Jokowi juga mengungkapkan, lima provinsi dengan tingkat inflasi di atas lima, diantaranya Jambi, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Riau, dan Aceh.

"Ini 5 provinsi yang inflasinya di atas 5. Provinsi Jambi hati-hati sudah berada di angka 8.55 persen, Sumatera Barat berada di angka 8,01 persen, Bangka Belitung 7,77 persen, Riau angka 7,04 persen, Aceh di angka 6,97 persen," ungkap Jokowi.

 BACA JUGA:Kerja Standar di Tengah Kondisi Tak Normal, Jokowi: Tidak Akan Jalan!

Jokowi pun meminta kepada kepala daerah untuk memerhatikan data inflasi tersebut. Dan dirinya berharap inflasi di setiap daerah dapat diselesaikan bersama-sama oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Tolong ini dilihat secara detail yang menyebabkan ini apa agar bisa kita selesaikan bersama-sama dan bisa turun lagi Di bawah 5 syukur bisa di bawah 3," pungkasnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement