Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Pahlawan Nasional yang Gugur Usai Indonesia Merdeka, Nomor 3 Pernah Diincar PKI

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Jum'at, 19 Agustus 2022 |06:15 WIB
5 Pahlawan Nasional yang Gugur Usai Indonesia Merdeka, Nomor 3 Pernah Diincar PKI
Jenderal Nasution/Tangkapan layar media sosial
A
A
A

PEJUANG dari berbagai kalangan rela mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, dan segala yang mereka miliki untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Hingga akhirnya kemerdekaan diproklamasikan, seluruh rakyat dapat bernapas lega.

(Baca juga: Kisah Jenderal Nasution, Sosok Penentang Sukarno yang Lolos dari Pembantaian PKI)

Meski perjuangan secara fisik maupun nonfisik untuk mempertahankan kemerdekaan masih terus dilakukan, namun hidup di masa kemerdekaan dapat mereka nikmati. Berikut 5 pahlawan nasional yang gugur setelah Indonesia merdeka dilansir beragam sumber.

1. Sutan Muhammad Amin Nasution

Ditetapkan dua tahun yang lalu tepatnya pada 6 November 2020, Sutan Muhammad Amin Nasution dikukuhkan sebagai pahlawan nasional melalui SK Presiden No. 117/TK/2020. Semasa hidup, Amin Nasution merupakan tokoh yang berjasa. Pada tahun 1945 ia diangkat oleh Teuku Muhammad Hasan, Gubernur Provinsi Sumatera, untuk menjadi Gubernur Muda Sumatera.

Ia sempat mengalami penahanan oleh tentara Belanda dan jabatannya sebagai gubernur muda pun dicopot. Namun tidak lama, melalui Undang-Undang No. 10 Tahun 1948, Provinsi Sumatera dihapus dan kemudian karesidenan Sumatera Utara berubah menjadi provinsi.

Pada 19 Juni 1948, Amin Nasution dilantik sebagai Gubernur Provinsi Sumatera Utara oleh Presiden Soekarno. Dalam masa kepemimpinannya, ia sempat membuat uang daerah untuk Sumatera Utara. Kebijakan ini ia terapkan dalam rangka perbaikan ekonomi. Amin Nasution menerima jabatan tersebut dua kali. Hingga pada akhirnya ia menghembuskan napas terakhir di usia 89 tahun pada 16 April 1993.

2. Adam Malik

Sejak usia muda, Adam Malik sudah memiliki semangat yang membara dalam memperjuangkan kemerdekaan negaranya. Ia aktif melakukan pergerakan nasional. Adapun yang telah ia lakukan adalah menjadi Ketua Partai Indonesia (Partindo), menjadi pelopor berdirinya kantor berita Antara, membantu mempersiapkan proklamasi, dan juga aktif bergerilya menyuarakan merdeka.

Selain itu, Adam Malik juga pernah menempati kursi penting dalam pemerintahan, di antaranya menjadi Wakil Perdana Menteri. Ia juga merupakan orang pertama yang dipercayai menjadi Ketua Majelis Umum PBB serta pelopor dari ASEAN.

Karena jasanya, perjuangannya diabadikan dalam sebuah museum di Jakarta. Namun, museum itu sudah ditutup. Adam Malik meninggal pada 5 September 1984 di Bandung akibat penyakit liver. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 6 November 1998 melalui SK Presiden No. 107/TK/1998.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement