“Jangan sampai kita semua punya cita-cita yang abstrak atau tidak jelas. Hal ini diibaratkan seperti seorang penggembala yang meninggalkan kambingnya di padang rumput tanpa adanya arahan,” tandasnya.
Mengutip salah sebuah syair, Niam menjelaskan, engkau berharap sukses dan berhasil namun tak menempuh jalannya. Ketahuilah, tak ada kapal yang bisa berlayar di atas daratan.
“Tarjun Najata Walam Tasluk Masalikaha, Innas Safinata La Tajri Alal Yabasi. Kesuksesan itu harus dijemput dengan ikhtiar kita, bukan ditunggu dengan berdiam diri. Engkau berharap sukses dan berhasil namun tak menempuh jalannya. Ketahuilah, tak ada kapal yang bisa berlayar di atas daratan," tambahnya.
Sosok birokrat akademisi ini menekankan, bulan kemerdekaan Indonesia adalah suatu momentum untuk merefleksikan diri dan mensyukuri.
Bagi generasi muda, memanfaatkan waktu dan kesempatan adalah salah satu cara mensyukurinya.
Meski sebagai pemuda dituntut untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Tapi jangan sampai aktivitas organisasi membuat terlena dari belajar formal (pengembangan kapasitas intelektual) yang sudah menjadi kewajiban.