Share

Didakwa Penggelapan Uang dan Penyuapan, Miliarder China Dihukum Penjara 13 Tahun dan Denda Rp119 Triliun

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 20 Agustus 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 20 18 2651189 didakwa-penggelapan-uang-dan-penyuapan-miliarder-china-dihukum-penjara-13-tahun-dan-denda-rp119-triliun-Z3RBai7nSU.jpg Miliarder China dihukum penjara 13 tahun karena kasus penggelapan uang dan penyuapan (Foto: CUHK)

CHINA - Seorang miliarder China-Kanada Xiao Jianhua telah dijatuhi hukuman penjara 13 tahun  di China dan perusahaannya didenda lebih dari USD8 miliar (Rp119 triliun).

Pengadilan di Shanghai mengatakan Xiao dan perusahaannya Tomorrow Holdings didakwa dengan penggelapan dan penyuapan.

Persidangan dilaporkan telah dimulai pada 4 Juli lalu. Sebuah pernyataan dari pengadilan Shanghai yang dikutip AFP mengatakan Xiao, salah satu orang terkaya di China, dan perusahaannya dinyatakan bersalah karena menyerap simpanan publik secara ilegal, melanggar kepercayaan dalam penggunaan properti yang dipercayakan dan penggunaan dana secara ilegal.

Pernyataan ini juga mengatakan Tomorrow Holdings bersalah atas "kejahatan penyuapan".

Baca juga: Gara-Gara Mengkritik, Miliarder Ini Dipenjara 18 Tahun   

Pernyataan ini menyebutkaan bahwa Xiao dan perusahaannya telah "sangat melanggar perintah manajemen keuangan" dan "melukai keamanan keuangan negara".

Baca juga: Didakwa Lakukan Provokasi, Miliarder China Dijatuhi Hukuman 18 Tahun Penjara

Pengadilan mengatakan Xiao dan perusahaannya telah mengaku bersalah dan telah bekerja sama dengan pihak berwenang sehingga hukuman mereka diringankan.

Ditanya pada Jumat (19/8/2022) tentang hak Xiao untuk mengakses layanan konsuler Kanada sebagai warga negara Kanada, kementerian luar negeri China mengatakan China tidak mengakui kewarganegaraan ganda sehingga Xiao tidak berhak atas hak tersebut.

Pada 2017, Xiao dibawa pergi dari Four Seasons Hotel di Hong Kong, tempat dia diketahui tinggal saat itu.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Tidak ada kabar resmi darinya sejak itu, sampai kedutaan Kanada mengatakan pada bulan Juli bahwa dia akan diadili.

Pada Juli lalu, kedutaan Kanada mengatakan para diplomatnya telah ditolak aksesnya ke persidangan.

Xiao dilaporkan memiliki hubungan dekat dengan eselon atas Partai Komunis yang berkuasa, termasuk dengan keluarga Presiden Xi Jinping.

Menurut Hurun Report, peringkat orang terkaya di China, pada 2016, kekayaan bersihnya telah tumbuh menjadi sekitar USD6 miliar (Rp89 triliun).

Keluarganya sempat mengajukan laporan orang hilang kepada pihak berwenang Hong Kong setelah dia menghilang. Namun sehari kemudian, keluarganya mengatakan sudah bisa berkomunikasi dengan Xiao.

Polisi Hong Kong mengatakan rekaman pengawasan di tempat kejadian menunjukkan Xiao tidak meninggalkan hotel di bawah tekanan, tetapi menolak untuk merilis rekaman itu.

Xiao kemudian mengeluarkan pernyataan yang dimuat di halaman depan sebuah surat kabar populer yang mengatakan bahwa dia menerima perawatan medis di luar negeri. Dia juga memuji "aturan hukum" di China dan mengatakan bahwa dia tidak diculik dan dibawa ke daratan China.

Perusahaannya juga merilis pernyataan atas namanya yang mengatakan dia baik-baik saja, meskipun pernyataan ini kemudian dihapus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini