Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terpapar Toksin Botulinum, Rusia Tuding Tentaranya Diracun Ukraina

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 21 Agustus 2022 |13:06 WIB
Terpapar Toksin Botulinum, Rusia Tuding Tentaranya Diracun Ukraina
Tank Rusia di Wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, 23 Juli 2022. (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOW - Kementerian pertahanan Rusia menuduh Ukraina pada Sabtu (20/8/2022) meracuni beberapa prajuritnya di bagian yang dikuasai Rusia di wilayah tenggara Ukraina, Zaporizhzhia pada akhir Juli.

Seorang penasihat kementerian dalam negeri Ukraina mengatakan sebagai tanggapan bahwa dugaan keracunan itu mungkin disebabkan oleh pasukan Rusia yang memakan daging kaleng yang kadaluwarsa.

BACA JUGA: Rusia Tak Serang Dnepr, Eks Pejabat Ukraina Klaim Putin Takut Kutukan Maut Yahudi 

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan sejumlah prajurit Rusia telah dibawa ke rumah sakit militer dengan tanda-tanda keracunan serius pada 31 Juli. Tes menunjukkan zat beracun, toksin botulinum tipe B, di dalam tubuh mereka, kata kementerian.

"Mengenai fakta terorisme kimia yang disetujui oleh rezim (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelenskiy, Rusia sedang mempersiapkan bukti pendukung dengan hasil semua analisis," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.

Tidak disebutkan berapa banyak prajurit yang menderita atau bagaimana kondisi mereka sekarang, dan kementerian tidak menyebutkan "bukti pendukung" yang dimaksud.

Toksin botulinum tipe B adalah neurotoksin yang dapat menyebabkan botulisme ketika tertelan dalam produk makanan yang sebelumnya terkontaminasi, tetapi juga dapat digunakan secara medis.

Kementerian pertahanan Ukraina tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters, tetapi penasihat kementerian dalam negeri Anton Gerashchenko mengomentari tuduhan Rusia pada aplikasi pesan Telegram.

"Departemen (kementerian pertahanan Rusia) tidak mengklarifikasi apakah keracunan itu mungkin disebabkan oleh daging kaleng yang kadaluwarsa, di mana toksin botulinum sering ditemukan. Ransum yang terlambat telah banyak dikeluhkan oleh pasukan pendudukan sejak hari-hari pertama invasi ke Rusia. Ukraina,” katanya.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan sedang melakukan penyelidikan tambahan atas insiden di mana Volodymyr Saldo, pemerintahan yang ditempatkan Rusia di wilayah Kherson yang diduduki Ukraina, jatuh sakit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement