Share

BNPB: Hutan di Daerah Aliran Sungai Deli Kota Medan Tinggal 5,6 persen

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 23 Agustus 2022 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 22 608 2652435 bnpb-hutan-di-daerah-aliran-sungai-deli-kota-medan-tinggal-5-6-persen-EAtM8ztxMV.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

MEDAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hutan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli, Kota Medan, Sumatera Utara tinggal 5,6 persen, menurut kajian yang dilakukan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing daring mengatakan banjir yang terjadi di Kota Medan, hampir terjadi di satu kawasan DAS.

"Ini menjadi perhatian kita juga karena dari kajian JICA tahun 2015. Jadi ada standar dalam satu DAS itu 30 persen harus hutan, supaya serapan airnya optimal, khusus untuk DAS Deli ini dari hasil kajian teman-teman JICA tahun 2015 itu tinggal 5,6 persen," ujar Abdul dilansir Antara, Selasa (23/8/2022).

Abdul mengatakan dengan 5,6 persen hutan di DAS Deli, tentu saja serapan air tidak optimal. Jikalau serapan air tidak optimal, saat intensitas hujan tinggi, tidak akan bisa mengkonsolidasikan atau menyerap air di hulu, kemudian menjadi surface runoff yang akan menyebabkan banjir baik itu di tengah DAS maupun di hilirnya yaitu Kota Medan.

Baca juga: Tersedot Pusaran Air Sungai, Seorang Remaja Hilang saat Berenang

"Kalau kita berbicara jangka menengah dan jangka panjang tentu saja yang saat ini cakupan hutannya 5,6 persen, kita harus kejar lagi ke 30 persen, karena inilah standarnya satu DAS itu bisa berfungsi optimal dan tidak membahayakan masyarakat di sepanjang aliran sungai," ujar Abdul.

Baca juga: Tinggal di Bawah Jembatan Sungai Deli, Pria Ini Dipulangkan ke Kampung Halamannya

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dia mengatakan untuk jangka pendeknya, daerah-daerah saluran air yang mungkin meluap dapat dipasang tanggul sementara.

"Jika kita bicara urban area, Medan merupakan kota metropolitan sebagaimana halnya Jakarta, kita pastikan saluran air primer, sekunder, tersier itu bebas dari sampah," ujar Abdul.

Sebelumnya, hujan deras menyebabkan banjir di beberapa bagian wilayah Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis (18/8) dini hari hingga pagi.

Banjir menimbulkan genangan setinggi 40 hingga 50 cm di permukiman warga dan jalur lalu lintas kendaraan di wilayah Kecamatan Medan Selayang.

Selain melanda bagian wilayah Kecamatan Medan Selayang, banjir juga meliputi bagian wilayah Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Sunggal, Kecamatan Medan Johor, dan Kecamatan Medan Baru.

Baca juga: Bobby Nasution Ingin Sulap Sungai di Medan Jadi Destinasi Wisata Heritage Instagramable

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini