Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jantung Kaisar Pertama Brasil yang Dibalsem Tiba di Brasil, Diterbangkan dengan Pesawat Militer dari Portugal

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 23 Agustus 2022 |13:51 WIB
Jantung Kaisar Pertama Brasil yang Dibalsem Tiba di Brasil, Diterbangkan dengan Pesawat Militer dari Portugal
Jantung kaisar pertama Brasil yang dibalsem telah tiba di ibu kota Brasil (Foto: EPA)
A
A
A

BRASILJantung kaisar pertama Brasil yang dibalsem, Dom Pedro I, telah tiba di ibu kota Brasilia untuk menandai 200 tahun kemerdekaan dari Portugal.

Jantung, yang disimpan dalam botol berisi formaldehida, diterbangkan dengan pesawat militer dari Portugal.

Jantung itu akan diterima dengan penghormatan militer sebelum dipamerkan di depan umum di kementerian luar negeri.

Jantung ini akan dikembalikan ke Portugal setelah hari kemerdekaan Brasil.

 Baca juga: 7 Manfaat Biotin Untuk Kesehatan, Baik bagi Jantung dan Diabetes

Pejabat Portugis memberikan ‘lampu hijau’ untuk organ yang diawetkan untuk dipindahkan dari kota Porto untuk perayaan dua abad Brasil.

 Baca juga: Presiden Brasil Bersitegang dengan YouTuber, Tarik Kerah dan Coba Rebut Ponsel

Organ itu tiba dengan pesawat angkatan udara Brasil ditemani Wali Kota Porto, Rui Moreira.

Walikota Moreira mengatakan akan kembali ke Portugal setelah menikmati "kekaguman rakyat Brasil".

"Hati akan diterima seperti kepala negara, akan diperlakukan seolah-olah Dom Pedro saya masih hidup di antara kita," kata Kepala protokol kementerian luar negeri Brasil Alan Coelho de Séllos, dikutip BBC.

"Lagu kebangsaan [akan dimainkan] dan lagu kemerdekaan, yang disusun oleh Dom Pedro I, yang juga seorang kaisar adalah musisi yang baik di waktu luangnya," lanjutnya.

Menurut rencana nantinya akan ada penghormatan meriam, penjaga kehormatan dan kehormatan militer penuh.

Sebagai informasi, Dom Pedro lahir pada 1798 dalam keluarga kerajaan Portugal, yang pada saat itu juga memerintah Brasil. Keluarga itu melarikan diri ke koloni Portugis saat itu untuk menghindari tentara penyerbu Napoleon.

Ketika ayah Dom Pedro, Raja John VI, kembali ke Portugal pada 1821, ia meninggalkan pria berusia 22 tahun itu untuk memerintah Brasil sebagai wali.

Setahun kemudian, bupati muda itu menentang parlemen Portugis, yang ingin mempertahankan Brasil sebagai koloni, dan menolak permintaannya agar ia kembali ke negara asalnya.

Pada tanggal 7 September 1822 ia mengeluarkan deklarasi kemerdekaan Brasil dan segera setelah dinobatkan sebagai kaisar.

Dia kembali ke Portugal untuk memperjuangkan hak putrinya untuk naik takhta Portugis dan meninggal pada usia 35 tahun karena TBC.

Di ranjang kematiannya, raja meminta agar jantungnya dikeluarkan dari tubuhnya dan dibawa ke kota Porto, di mana jantung itu disimpan di sebuah altar di gereja Our Lady of Lapa.

Jenazahnya dipindahkan ke Brasil pada 1972 untuk menandai peringatan 150 tahun kemerdekaan dan telah disimpan di ruang bawah tanah di São Paulo.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement