Share

Bejat! Ayah Rudapaksa Anak Kandungnya Selama 4 Tahun

Andreas Affandi, iNews · Selasa 23 Agustus 2022 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 340 2652686 bejat-ayah-rudapaksa-anak-kandungnya-selama-4-tahun-aU9hBZyFvE.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

LAMPUNG - Aparat kepolisian Satreskrim Polres Pesawaran Lampung, menangkap AR (43), seorang ayah yang melakukan tindakan bejat selama empat tahun merudapaksa anak kandungnya SM yang baru berusia 17 tahun.

Pelaku ditangkap polisi setelah perbuatan bejat terbongkar karena korban melaporkan persitiwa tragis ini kepada salah seorang guru di sekolah korban.

Polisi yang mendapatkan laporan korban, bergerak cepat mendatangi kediaman korban dan langsung meringkus pelaku saat sedang berada di dalam rumah.

Tanpa basa basi pelaku langsung digelandang ke kantor polisi untuk kemudian dilakukan pemeriksaan.

Mirisnya, berdasarkan laporan korban yang merupakan anak kandung pelaku, aksi tak terpuji sang ayah ini telah dilakukan pelaku sejak empat tahun lalu atau korban masih berusia 12 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMP.

Perbuatan keji pelaku ini terakhir terjadi 30 Juli 2022, di mana tersangka memaksa korban untuk melakukan persetubuhan di kediamannya yang hanya dihuni pelaku dan korban karena ibu kandung korban telah meninggal dunia sejak tahun 2017.

Saat melakukan aksi bejatnya, tersangka kerap mengancam korban tidak akan membiayai hidup dan sekolah. Bahkan, juga mengancam menggunakan senjata tajam jenis pisau agar korban mengikuti ajakan dan melayani hawa nafsu pelaku ayah kandungnya sendiri.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di hadapan polisi, tersangka hanya mampu menyesali perbuatannya. Tersangka mengaku khilaf merudapaksa anak kandungnya sendiri serta menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan korban yang merupakan anak kandungnya.

"Saya mohon maaf atas tindakan saya," kata tersangka AR, Selasa (23/8/2022).

Kapolres Pesawaran, AKBP Pratomo Widodo mengatakan, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka kini jebloskan di sel tahanan Mapolres Pesawaran sembari menunggu pelimpahan berkas penyidikan tindak pidana yang dilakukan tersangka ke Kejaksaan Negeri Pesawaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini