Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Pengungsi Rohingya Memilih Dibunuh Ketimbang Dideportasi ke Myanmar

Andhika Shaputra , Jurnalis-Kamis, 25 Agustus 2022 |18:04 WIB
Ketika Pengungsi Rohingya Memilih Dibunuh Ketimbang Dideportasi ke Myanmar
Rehman melarikan diri dari Myanmar pada 2017 dan saat ini berada di India. (Foto: BBC)
A
A
A

JAKARTA - Rehman merupakan seorang pengusaha etnis Rohingya di Myanmar. Tetapi, dirinya terpaksa mengungsi ketika militer secara brutal melancarkan serangan.

Dia merupakan menjadi salah satu dari 700.000 orang Rohingya yang melarikan diri dalam eksodus massal pada 2017. Setelah berjalan selama berhari-hari, Rehman dan istrinya Mahmuda berhasil sampai ke kamp-kamp pengungsi di Cox's Bazar, sebuah daerah di tenggara Bangladesh yang dekat dengan perbatasannya dengan Myanmar.

Pada 2020 Rehman dan keluarganya pindah ke New Delhi, India karena merasa mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik di sana. Selama bertahun-tahun, orang-orang Rohingya di sini telah menjalani kehidupan sederhana yang mengundang sedikit kontroversi.

Tetapi setelah seorang menteri federal India bulan ini mengatakan di Twitter bahwa para pengungsi akan diberikan perumahan, fasilitas dan perlindungan polisi, kehadiran mereka di Delhi menjadi berita utama baru.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement