3. Pasca-Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Sempat Ngadep Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku sempat ditemui Irjen Ferdy Sambo, setelah peristiwa berdarah yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
BACA JUGA:Ferdy Sambo Bakal Dimunculkan ke Publik saat Penyerahan Berkas
Saat itu, kata Listyo, ia bertanya kepada Sambo soal pelaku dalam peristiwa tersebut. Lalu, dengan tegas dirinya mengatakan bakal mengungkap kasus sesuai fakta.
"Kami juga didatangi Ferdy Sambo, saat itu saya tanyakan, 'kamu bukan pelakunya? Karena saya akan ungkap kasus ini sesuai fakta'. Saya sampaikan begitu," kata Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks Senayan, Rabu (24/8/2022).
4. Jasad Brigadir J Bersimbah Darah di Depan Ferdy Sambo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap cerita keinginan Bharada E alias Richard Eliezer merubah keterangannya yang awalnya mengaku melakukan baku tembak dengan korban Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, setelah ditetapkan menjadi tersangka pada 5 Agustus 2022 lalu.
BACA JUGA:Kapolri Tegaskan Bakal Pecat Anak Buahnya jika Terlibat Narkoba dan Judi
Sigit menjelaskan, dalam keterangan terbaru Bharada E, saat itu ia melihat sendiri jasad Brigadir J sudah terkapar bersimbah darah. Di hadapan jasad Brigadir J, berdiri Ferdy Sambo yang tengah memegang senjata yang kemudian diserahkan kepada Bharada E.
“Saudara Richard menyampaikan bahwa melihat Yosua terkapar bersimbah darah. Saudara FS berdiri di depan dan memegang senjata lalu diserahkan kepada Saudara Richard,” kata Kapolri di Ruang Rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).
Mantan Kabareskrim itu melanjutkan, usai mendengar keterangan terbaru Bharada E, tim khusus Polri langsung melapor ke Kapolri. Ia pun meminta bertemu langsung dengan Bharada E setelah mendapat laporan itu. Dalam pertemuan itu, terungkap pula janji-janji Ferdy Sambo kepada Bharada E untuk mau menuruti skenarionya.