Benny dengan mudah masuk ke dalam asrama KKO Cakrabirawa, karena sebagian anggota KKO yang direkrut Cakrabirawa adalah bekas anak buahnya di Irian Barat. Ia bertemu perwira KKO, Mayor Saminu, yang kebetulan kenalan lamanya dan sekaligus sama-sama berasal dari Solo.
Benny meminta Saminu menjaga pasukannya agar jangan sampai keluar asrama. Sebaliknya ia akan mengendalikan anggota RPKAD yang dikabarkan hendak melakukan penyerangan. Saminu setuju. Celakanya, di saat yang sama, menyebar isu di kalangan anak buahnya, Benny yang datang ke asrama Kwini tengah ditangkap KKO.
Mendengar kabar itu anggota RPKAD langsung menduduki asrama perawat puteri RSPAD yang berlokasi persis di samping Kwini. “Dari lantai atas asrama perawat tersebut, sepucuk bazooka siap ditembakkan, tepat mengarah ke dalam asrama KKO”. Saat bersiap menembak itu, anggota RPKAD melihat Benny melenggang keluar meninggalkan Kwini.