Share

Lelang Terbesar dalam Sejarah, 150 Karya Seni Milik Pendiri Microsoft Dijual Senilai Rp14,8 triliun Lebih

Susi Susanti, Okezone · Senin 29 Agustus 2022 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 29 18 2656822 lelang-terbesar-dalam-sejarah-150-karya-seni-milik-pendiri-microsoft-dijual-senilai-rp14-8-triliun-lebih-kLCfsuI29i.jpg Karya seni milik pendiri Microsoft akan dilelang (Foto: The Denver Channel)

NEW YORK - Karya seni diperkirakan senilai USD1 milair (Rp14,8 triliun) milik mendiang pendiri Microsoft, Paul Allen, akan dijual di lelang seni terbesar dalam sejarah.

Allen, yang ikut mendirikan Microsoft pada tahun 1975 dengan teman masa kecilnya Bill Gates, meninggal pada 2018 di usia 65 tahun.

Rumah lelang Christie mengatakan hasil penjualan lelang pada November mendatang akan diberikan untuk amal, seperti yang diinginkan Allen.

Koleksi Allen meliputi mahakarya seniman ternama seperti Botticelli, Renoir, David Hockney, dan Roy Lichtenstein.

Lelang tersebut akan menjual 150 karya seni di rentang usia 500 tahun.

 Baca juga: AS Kembalikan 30 Karya Seni Antik Curian ke Kamboja, Patung Dewa Hindu Skanda hingga Ganesha

Salah satunya adalah lukisan La Montagne Sainte-Victoire yang digores oleh pelukis Prancis Paul Cezanne.

 Baca juga: Kreatif! Warga Sulap Sampah Laut Jadi Karya Seni Cantik

Lukisan ini memiliki nilai lebih dari senilai USD100 juta (lebih dari Rp1,4 triliun).

CEO Rumah Lelang Christie's, Guillaume Cerutti, mengatakan, lelang tersebut tidak akan terjadi pada sebelum-belumnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Sosok inspirasional Paul Allen, kualitas dan keragaman karya yang luar biasa, dan dedikasi dari semua hasil untuk filantropi, menciptakan kombinasi unik yang akan membuat penjualan koleksi Paul G Allen menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

Dia mengatakan seni memiliki ikatan baik secara analitis dan emosional bagi Allen.

Sementara itu, Jody Allen, saudara perempuan Allen, mengatakan koleksinya mencerminkan keragaman minatnya, dengan mistik dan keindahannya sendiri.

Seperti diketahui, Allen meninggalkan icrosoft pada 1983 setelah didiagnosis limfoma Hodgkin, suatu bentuk kanker yang langka.

Hubungannya dengan salah satu pendiri Bill Gates juga memburuk, walau di kemudian hari kembali membaik. Dia tetap duduk di dewan perusahaan sampai 2000.

Allen mendapatkan perawatan kesehatan karena kankernya, dan mendirikan perusahaan swasta bersama saudara perempuannya Jody, bernama Vulcan Inc, yang mengelola bisnis dan filantropinya.

Allen memiliki portofolio investasi multi-miliar dolar, termasuk terus memiliki saham di Microsoft.

Pada 2010, Allen berjanji untuk meninggalkan sebagian besar kekayaannya untuk amal setelah kematiannya.

Pada saat itu dia adalah orang terkaya ke-37 di dunia menurut majalah Forbes, dengan perkiraan kekayaan mencapai USD13,5 miliar (Rp201 triliun).

Allen kembali menjalani perawatan karena limfoma non-Hodgkin pada 2009 yang kambuh lagi. Lalu pada 2018 dia menghembuskan nafas terakhir karena komplikasi penyakit tersebut.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini