Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Rusia Tangkap Puluhan Orang Kaya yang Pamerkan Mobil Mewah, Sita Lamborghini dan Ferrari

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 30 Agustus 2022 |11:56 WIB
Polisi Rusia Tangkap Puluhan Orang Kaya yang Pamerkan Mobil Mewah, Sita Lamborghini dan Ferrari
Foto: East2West.
A
A
A

MOSKOW – Polisi Rusia menggerebek sebuah pertemuan yang memamerkan mobil-mobil Barat yang mahal dan mewah di Moskow, dan menahan orang-orang kaya para pemilik kendaraan tersebut.

Rekaman video menunjukkan tindakan keras polisi terhadap orang-orang kaya yang memamerkan kendaraan asing mereka di jalan-jalan Moskow, ketika sejumlah besar tentara Rusia tewas dalam perang di Ukraina.

BACA JUGA: Orang Kaya di Rusia Biasa Balapan Pakai Mobil Mewah

Seorang senator pro-Putin terkemuka menyerukan agar orang-orang yang ditahan dikirim ke Ukraina untuk mengambil bagian dalam operasi militer.

Polisi mengklaim bahwa tidak ada izin untuk pertemuan yang menampilkan lebih dari 170 mobil mewah termasuk Lamborghini, Rolls-Royce Phantom, Ferrari, Porsche, Hummer H1, Chevrolet Corvette C8, Audi RS5, dan Bentley Continental GT II.

Puluhan pemilik mobil ditahan oleh polisi bersenjata dan mobil mereka disita untuk pemeriksaan.

Diwartakan Mirror, para pengemudi bermaksud untuk memamerkan mobil mereka di pusat kota Moskow dengan stiker "Kaya dan Sukses".

Tiket untuk pertemuan tidak resmi itu dijual seharga hingga £4.200 (sekira Rp73 juta) termasuk sarapan dan afterparty, tetapi polisi membubarkannya sebelum benar-benar berlangsung.

Seorang peserta pertemuan yang ditangkap polisi adalah Oscar Liksutov, (17), putra Maksim Liksutov, kepala Departemen Transportasi Moskow. Dia tidak ditahan tetapi diantar ke rumah pejabat tinggi kota.

BACA JUGA: Jepang Larang Ekspor Mobil Mewah ke Rusia karena Invasi ke Ukraina

Penyelenggara pertemuan ini Alexei Khitrov, seorang jutawan mata uang kripton berusia 28 tahun, mengatakan: "Tujuan dari acara ini adalah untuk mengumpulkan semua pemilik mobil elit dan menciptakan suasana untuk berjejaring."

Ketika polisi datang, “awalnya saya pikir itu hanya lelucon”, kata Khitrov.

Dia bertanya siapa yang memerintahkan tindakan keras itu, dan mengapa, mengklaim pihak berwenang telah diberitahu sebelumnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement