Dalam hadis Muslim, roti adalah nimet, sebuah berkah yang dikirim dari Tuhan. Jika sepotong roti secara tidak sengaja jatuh ke tanah, roti tersebut harus segera diambil sebelum diletakkan di tempat yang lebih tinggi.
Sebelum meletakkannya, beberapa orang mencium roti itu untuk lebih menunjukkan rasa hormat mereka.
Roti putih biasa dipanggang dua kali sehari di Turki dan setiap hidangan disertai dengan keranjang penuh roti segar yang diiris.
Sisa makanan tidak pernah dibuang. Roti lama dibuat menjadi roti panggang dan remah roti Prancis.
Sultan Ottoman menggunakan rasa hormat pada roti ini untuk melegitimasi aturan mereka dan mendapatkan kesetiaan.
Menurut Armanios, diyakini bahwa penduduk yang cukup makan akan patuh dan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memberontak jika harga makanan pokok seperti roti, tetap terjaga.
Ottoman juga mendorong mereka yang mampu untuk menyediakan bagi mereka yang membutuhkan. Tetapi tradisi selalu mengatakan bahwa ketika melaksanakan kewajiban zakat, orang miskin tidak boleh malu jika identitas mereka diungkapkan kepada donor dan sebaliknya.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.