Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Alasan Jadwal Padat, Putin Tidak Akan Hadiri Pemakaman Mikhail Gorbachev

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 02 September 2022 |12:32 WIB
Alasan Jadwal Padat, Putin Tidak Akan Hadiri Pemakaman Mikhail Gorbachev
Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menghadiri pemakaman Mikhail Gorbachev (Foto: EPA)
A
A
A

RUSIA - Kremlin telah mengkonfirmasi jika Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menghadiri pemakaman Mikhail Gorbachev, pemimpin terakhir Uni Soviet.

Juru bicara Dmitry Peskov mengatakan jadwal kerja Putin tidak mengizinkannya menghadiri acara pemakaman pada Sabtu (3/9/2022).

Dia mengatakan Putin telah memberikan penghormatan di rumah sakit Moskow tempat Gorbachev meninggal pada Selasa (30/8/2022), dalam usia 91 tahun.

Baca juga: Dikenal Sebagai Negarawan yang Unik, Dunia Internasional Berduka Atas Meninggalnya Mikhail Gorbachev

"Sayangnya, jadwal kerja presiden tidak mengizinkannya melakukan ini pada 3 September, jadi dia memutuskan untuk melakukannya hari ini," kata Peskov kepada wartawan, dikutip BBC.

Baca juga: Mikhail Gorbachev Meninggal, PBB Ucapkan Belasungkawa

Pemakaman Gorbachev, yang akan terbuka untuk umum, akan berlangsung di Aula Kolom Moskow.

Setelah upacara, mendiang Gorbachev akan dimakamkan di pemakaman kota Novodevichy, di sebelah istrinya Raisa, yang meninggal pada 1999.

Peskov mengatakan upacara Gorbachev akan memiliki "elemen" pemakaman kenegaraan dan bahwa negara membantu untuk mengaturnya.

Pada Kamis (1/9/2022), televisi pemerintah Rusia menunjukkan Putin menempatkan mawar merah di samping peti mati Gorbachev di Rumah Sakit Klinik Pusat Moskow.

Pada 2005, Putin mengatakan pecahnya Uni Soviet adalah "bencana geopolitik terbesar abad ke-20".

Namun, dalam telegram belasungkawanya kepada keluarga Gorbachev pada Rabu (31/8/2022), Putin membuat catatan yang lebih mendamaikan, menggambarkannya sebagai "seorang politisi dan negarawan yang memiliki dampak besar pada jalannya sejarah dunia".

Putin tidak akan menjadi satu-satunya orang yang absen dari pemakaman. Banyak pemimpin asing yang mungkin diharapkan hadir saat ini dilarang berada di tanah Rusia, sebagai pembalasan atas sanksi Barat yang dijatuhkan karena invasi Rusia ke Ukraina.

Politisi papan atas dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Uni Eropa (UE), Jepang, dan Kanada termasuk di antara mereka yang termasuk dalam daftar pengecualian. Terrmasuk Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, serta dua kandidat yang bersaing untuk menggantikannya, Liz Truss dan Rishi Sunak.

Seperti diketahui, reformasi Gorbachev membantu mengakhiri Perang Dingin, tetapi melihat runtuhnya Uni Soviet, yang dikeluhkan oleh Putin.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement