Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Interpreter: Mikhail Gorbachev Sempat Kaget dan Bingung Terkait Perang Rusia-Ukraina Sebelum Meninggal

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 02 September 2022 |18:15 WIB
Interpreter: Mikhail Gorbachev Sempat Kaget dan Bingung Terkait Perang Rusia-Ukraina Sebelum Meninggal
Interpreter mengatakan Mikhail Gorbachev sempat kaget dan bingung terkait perang Rusia-Ukraina sebelum meninggal (Foto: Reuters)
A
A
A

Pasukan Soviet menggunakan kekuatan mematikan dalam beberapa kasus di hari-hari terakhir Uni Soviet terhadap warga sipil. Politisi di Lituania dan Latvia mengingat peristiwa itu dengan ngeri setelah kematian Gorbachev, mengatakan mereka masih menyalahkan dia atas pertumpahan darah yang terjadi.

Palazhchenko mengatakan Gorbachev, yang menurutnya percaya dalam menyelesaikan masalah hanya melalui cara politik, tidak mengetahui tentang beberapa episode berdarah sebelumnya atau "sangat enggan" mengizinkan penggunaan kekuatan untuk mencegah kekacauan.

Palazhchenko menjelaskan posisi Gorbachev di Ukraina rumit dan kontradiktif dalam pikirannya sendiri, karena mendiang politisi masih percaya pada gagasan Uni Soviet.

"Tentu saja di dalam hatinya jenis peta mental baginya dan bagi kebanyakan orang dari generasi politiknya masih semacam negara imajiner yang mencakup sebagian besar bekas Uni Soviet," ujarnya.

Namun dia yakin Gorbachev tidak akan mengobarkan perang untuk memulihkan negara yang sekarang sudah mati yang dia pimpin dari 1985-1991.

"Tentu saja saya tidak bisa membayangkan dia mengatakan 'ini dia, dan saya akan melakukan apa pun untuk memaksakannya'. Tidak,” ungkapnya.

Sementara Gorbachev percaya tugasnya adalah untuk menunjukkan rasa hormat dan dukungan kepada Putin, mantan penerjemahnya mengatakan bahwa dia berbicara secara terbuka ketika dia tidak setuju dengannya seperti tentang perlakuan media. Tetapi dia telah mengambil keputusan untuk tidak "memberikan komentar yang terus-menerus" tentang Ukraina selain menyetujui pernyataan pada Februari lalu yang menyerukan diakhirinya permusuhan lebih awal dan agar masalah kemanusiaan ditangani.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement