Badai menumbangkan ribuan pohon: menerbangkan genteng dari atap rumah, memecahkan jendela-jendela; dan menghamburkan kapal-kapal dari tambatannya di Sungai Thames. Dan, sebuah perahu di Whitstable, Kent, terlempar 250 meter ke daratan dari tepi air.
Ketika Inggris tidur, angin mengangkat dan menjatuhkan cerobong asap, membunuh orang-orang yang sedang tidur. Mengangkat ikan-ikan keluar dari kolam dan melemparkannya sampai ke tepi sungai di St James's Park, London, menjatuhkan burung-burung ke tanah, dan menghabisi hewan-hewan di peternakan. Pohon-pohon ek tumbang dan menjadi potongan kayu, besi dan timah melesat di jalan-jalan.
Angin kencang menerbangkan seorang laki-laki ke udara melewati pagar. Seekor sapi melayang sampai ke puncak pohon. Petir menyambar di Whitehall dan Greenwich. Dari jam lima pagi sampai jam setengah tujuh, badai mengamuk habis-habisan. Diperkirakan sebanyak 8.000 dan 15.000 orang terbunuh.
BACA JUGA:Istana Presiden RI Mulai Gunakan Kendaraan Listrik, Wujudkan Transisi Energi Bersih
Angin yang kencang dan berkepanjangan telah menyapu seluruh negeri selama 14 hari menjelang badai. Angin itu sudah cukup dahsyat untuk menumbangkan cerobong asap, menghancurkan kapal dan menerbangkan genteng-genteng dari atap rumah.
"Dilihat dari dampak dramatisnya, ini memang luar biasa," kata Dennis Wheeler, seorang profesor klimatologi emeritus di University of Sunderland dikutip dari BBC, Selasa (6/9/2022).
"Ribuan pelaut mati. Jumlahnya mencapai 6.000 orang. Pada saat itu, kita terlibat dengan Perang melawan Spanyol, jadi kita rasanya sangat kehilangan mereka. Kita kehilangan banyak kapal, kehilangan keuntungan ekonomi, dan kerusakan parah terlihat di mana-mana."
Sejumlah laporan memperlihatkan negara itu diterjang angin barat selama berminggu-minggu yang berujung amuk badai sehingga Selat Inggris dipenuhi kapal-kapal yang memilih meninggalkan dataran Inggris.
"Jika kamu diserang angin barat di Selat Inggris, kamu tidak dapat berlayar melewati selat itu," kata Wheeler yang mempelajari badai tahun 2003. "Kamu harus menunggu sampai kapal bisa berlayar."
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.