JAKARTA - Setelah resmi menikahi Ainun, Habibie hanya memiliki waktu kurang lebih dua minggu dari sisa masa cutinya sebelum kembali ke Jerman. Waktu tersebut digunakan mereka untuk menyekar ke makam ayah Habibie di Makassar dan berbulan madu di Bali hingga Yogyakarta.
Hari terus berlalu, cuti tiga bulan Habibie pun hanya tinggal satu minggu. Mereka memanfaatkannya sebagai ajang perpisahan dengan keluarga serta kawan-kawan di Bandung dan Jakarta.
Pada perpisahan di Jakarta, salah seorang dokter yang dahulu sekelas dengan Habibie di SMA mengeluarkan pernyataan sambil ketawa di depan para dokter dan sarjana lainnya di RSCM.
“Hebat! Rudy dapat merebut Ainun begitu cepat, tentunya yang dimanfaatkan cara orang Eropa khususnya orang Jerman!" ujarnya seperti dikutip dari buku Habibie & Ainun.
Habibie tidak mengerti atas pertanyaan yang membingungkan. Dia hanya bisa tercengang dan tersenyum menanggapi para dokter itu.
Habibie kemudian mengirimkan telegram kepada kawan di Aachen, Jerman mengenai jadwal kedatangannya di Düsseldorf. Seperti yang diceritakan, rupanya kawan-kawan Habibie di Aachen sudah mengetahui pernikahannya. Dengan kompak, para mahasiswa bersatu untuk menjemput kedatangan pengantin baru itu dan berkenalan dengan Ainun.
“Kami diberi hadiah bunga dan Printen (kue yang hanya diproduksi di Aachen) sebagai tanda selamat datang,” ucap Habibie, seperti yang dilansir dalam buku Habibie & Ainun.