Sumber itu juga mengatakan Kremlin telah menggunakan Brussel sebagai pusat yayasan dan front lain yang mendukung kandidat sayap kanan.
Perusahaan fiktif dikatakan digunakan untuk mendanai partai-partai Eropa dan untuk membeli pengaruh di tempat lain.
Pada Selasa (13/9/2022), juru bicara departemen luar negeri Ned Price menyebut dugaan pendanaan rahasia Rusia sebagai "serangan terhadap kedaulatan".
Pihak berwenang Rusia sejauh ini tidak membuat pernyataan publik tentang klaim AS tersebut. Rusia belum secara terbuka mengomentari masalah ini. Moskow sendiri telah berulang kali menuduh AS ikut campur di luar negeri.
Moskow sebelumnya menyalahkan badan intelijen AS CIA karena ikut campur dalam urusan negara lain, termasuk dengan mendukung berbagai kudeta di seluruh dunia.
Menurut database yang disimpan oleh peneliti Universitas Carnegie Mellon Dov Levin, AS telah ikut campur dalam pemilihan asing lebih dari 80 kali di seluruh dunia antara tahun 1946-2000, tidak termasuk kudeta atau upaya perubahan rezim.
Tahun lalu, pejabat intelijen AS menilai dalam sebuah laporan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin kemungkinan telah mengizinkan upaya untuk mempengaruhi pemilihan AS pada 2020 demi mantan Presiden Donald Trump.
Tetapi dikatakan tidak ada pemerintah asing yang mengkompromikan hasil akhir, Rusia menyebut tuduhan campur tangan pemilu itu "tidak berdasar".
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.