Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Tuduh Rusia Diam-Diam Habiskan Rp4,5 Triliun untuk 'Bayar' Politisi di 24 Negara Lebih

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 14 September 2022 |17:47 WIB
AS Tuduh Rusia Diam-Diam Habiskan Rp4,5 Triliun untuk 'Bayar' Politisi di 24 Negara Lebih
AS tuduh Rusia habiskan dana hingga Rp4,5 triliun untuk 'bayar' politisi di 24 negara lebih (Foto: The World Reviews)
A
A
A

WASHINGTONAmerika Serikat (AS) menuduh Rusia diam-diam telah menghabiskan lebih dari USD300 juta (Rp4,5 triliun) sejak 2014 untuk 'membayar' politisi di lebih dari 24 negara.

Tuduhan Departemen Luar Negeri didasarkan pada penilaian intelijen AS yang tidak diklasifikasikan yang dirilis pada Selasa (13/9/2022).

"Kami pikir ini hanyalah puncak gunung es,” terang seorang pejabat senior dari pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Pejabat pemerintahan itu mengatakan selama briefing telepon mengatakan intelijen Amerika menilai bahwa ini adalah angka minimum dan bahwa Rusia kemungkinan telah mentransfer dana tambahan secara diam-diam dalam kasus-kasus yang tidak terdeteksi.

Penilaian intelijen AS yang dirilis dalam sebuah kabel tidak menyebutkan negara atau pejabat tertentu yang diyakini telah 'dibayar' Rusia - tetapi mengatakan negara-negara ini berada di empat benua.

Baca juga:  Intelijen AS: Rusia Beli Jutaan Amunisi Artileri dari Korut

Pejabat administrasi mengatakan komunitas intelijen AS sekarang secara pribadi memberi pengarahan kepada negara-negara tertentu tentang dugaan pembayaran rahasia Rusia. Pejabat itu menambahkan pengarahan akan tetap dilakukan secara rahasia.

Baca juga: AS Segera Kirim Bantuan Rp9 Triliun ke Ukraina Usai Kekalahan Rusia di Kharkiv

Menurut kantor berita AFP, sebuah sumber administrasi yang mengetahui temuan tersebut menuduh bahwa Rusia telah menghabiskan sekitar USD500.000 (Rp7,4 miliar) untuk mendukung Partai Demokrat kanan-tengah Albania dalam pemilihan 2017 dan juga membiayai partai atau kandidat di Bosnia, Montenegro dan Madagaskar.

Sumber itu juga mengatakan Kremlin telah menggunakan Brussel sebagai pusat yayasan dan front lain yang mendukung kandidat sayap kanan.

Perusahaan fiktif dikatakan digunakan untuk mendanai partai-partai Eropa dan untuk membeli pengaruh di tempat lain.

Pada Selasa (13/9/2022), juru bicara departemen luar negeri Ned Price menyebut dugaan pendanaan rahasia Rusia sebagai "serangan terhadap kedaulatan".

Pihak berwenang Rusia sejauh ini tidak membuat pernyataan publik tentang klaim AS tersebut. Rusia belum secara terbuka mengomentari masalah ini. Moskow sendiri telah berulang kali menuduh AS ikut campur di luar negeri.

Moskow sebelumnya menyalahkan badan intelijen AS CIA karena ikut campur dalam urusan negara lain, termasuk dengan mendukung berbagai kudeta di seluruh dunia.

Menurut database yang disimpan oleh peneliti Universitas Carnegie Mellon Dov Levin, AS telah ikut campur dalam pemilihan asing lebih dari 80 kali di seluruh dunia antara tahun 1946-2000, tidak termasuk kudeta atau upaya perubahan rezim.

Tahun lalu, pejabat intelijen AS menilai dalam sebuah laporan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin kemungkinan telah mengizinkan upaya untuk mempengaruhi pemilihan AS pada 2020 demi mantan Presiden Donald Trump.

Tetapi dikatakan tidak ada pemerintah asing yang mengkompromikan hasil akhir, Rusia menyebut tuduhan campur tangan pemilu itu "tidak berdasar".

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement