Share

Intelijen AS: Rusia Beli Jutaan Amunisi Artileri dari Korut

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 06 September 2022 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 18 2661920 intelijen-as-rusia-beli-jutaan-amunisi-artileri-dari-korut-w9pju9t8It.jpg Kepingan dari roket Tochka-U Rusia. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Intelijen Amerika Serikat (AS) telah menilai bahwa Rusia membeli jutaan peluru artileri dan roket dari Korea Utara, menurut laporan New York Times, menyusul laporan bahwa militer Rusia telah mulai menggunakan drone buatan Iran.

Para pejabat AS mengatakan mereka dapat mengkonfirmasi bahwa laporan New York Times akurat dan bahwa pembelian tambahan peralatan militer Korea Utara oleh Rusia diperkirakan segera terjadi.

BACA JUGA: Jawab Klaim AS Soal Pengiriman Drone, Iran Tegaskan Tak Akan Bantu Rusia dan Ukraina

“Kementerian Pertahanan Rusia sedang dalam proses pembelian jutaan roket dan peluru artileri dari Korea Utara untuk digunakan di medan perang di Ukraina,” kata seorang pejabat melalui email ketika ditanya tentang laporan surat kabar tersebut.

Pejabat AS mengatakan pembelian itu menunjukkan bahwa militer Rusia "terus menderita kekurangan pasokan yang parah di Ukraina, sebagian karena kontrol dan sanksi ekspor."

"Kami memperkirakan Rusia dapat mencoba membeli tambahan peralatan militer Korea Utara ke depannya," kata pejabat itu, yang tidak mau disebutkan namanya, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: AS Yakin Rusia Mulai Pelatihan Drone di Iran, Bisa Angkut Rudal Berpemandu Presisi

Times mengutip pejabat pemerintah AS yang mengatakan bahwa pembelian itu menunjukkan sanksi yang dipimpin AS mulai menggigit dan mengurangi kemampuan Rusia untuk mempertahankan invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus".

Laporan surat kabar itu pada Senin mengatakan intelijen yang baru-baru ini dideklasifikasi tidak memberikan rincian tentang apa yang dibeli, selain mengatakan bahwa barang-barang itu termasuk peluru artileri dan roket.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Bulan lalu, seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa drone buatan Iran Rusia telah mengalami "banyak kegagalan". Pejabat itu mengatakan Rusia kemungkinan besar berencana untuk mengakuisisi ratusan kendaraan udara tak berawak (UAV) Mohajer-6 dan seri Shahed.

Ukraina baru-baru ini melancarkan serangan balasan di beberapa lokasi, termasuk di sekitar Kherson, yang telah diduduki Rusia sejak awal invasi. Dalam persiapan untuk serangan itu, pasukan Ukraina menyerang daerah pasokan Rusia, termasuk yang berisi artileri dan amunisi.

Para pejabat mengatakan sanksi Barat membatasi kemampuan Rusia untuk mengganti kendaraan dan senjata yang dihancurkan di Ukraina.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini