Share

AS Yakin Rusia Mulai Pelatihan Drone di Iran, Bisa Angkut Rudal Berpemandu Presisi

Susi Susanti, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 18 2645341 as-yakin-rusia-telah-mulai-pelatihan-drone-di-iran-bisa-angkut-rudal-berpemandu-presisi-Uchxjr7HmO.jpg AS yakin Rusia sudah melakukan latihan drone di Iran (Foto: Pemerintah AS)

RUSIA – Amerika Serikat (AS) yakin para pejabat Rusia telah memulai pelatihan drone di Iran selama beberapa minggu terakhir. Ini seolah menjadi tanda terbaru bahwa Rusia bermaksud untuk membeli sistem tersebut saat perang di Ukraina berlanjut.

"Selama beberapa minggu terakhir, pejabat Rusia melakukan pelatihan di Iran sebagai bagian dari kesepakatan untuk transfer UAV dari Iran ke Rusia," kata seorang pejabat AS kepada CNN. Pejabat itu mengatakan intelijen tentang pelatihan baru-baru ini telah dirahasiakan.

CNN telah menghubungi kedutaan Rusia di Washington untuk memberikan komentar. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bulan lalu bahwa Rusia "tidak berkomentar tentang masalah ini" ketika ditanya oleh wartawan tentang drone.

Baca juga:  AS Peringatkan Iran Berencana Pasok Drone ke Rusia, Termasuk Drone Tempur

CNN pertama kali melaporkan bulan lalu bahwa delegasi Rusia telah mengunjungi lapangan terbang di Iran tengah setidaknya dua kali sejak Juni untuk memeriksa drone berkemampuan senjata, menurut penasihat keamanan nasional Jake Sullivan dan citra satelit yang diperoleh secara eksklusif oleh CNN.

Baca juga: Iran Pamerkan Pangkalan Drone Bawah Tanah Rahasia, Tersembunyi di Bawah Gunung

Pejabat AS itu mengatakan kepada CNN, Iran mulai memamerkan drone Shahed-191 dan Shahed-129, juga dikenal sebagai UAV atau Unmanned Aerial Vehicles, ke Rusia di Kashan Airfield selatan Teheran pada Juni lalu.

Kedua jenis drone ini mampu membawa rudal berpemandu presisi. Sullivan mengatakan pada Juli lalu bahwa AS yakin Iran bermaksud untuk menjual ratusan drone Rusia yang dapat digunakan Rusia dalam perangnya di Ukraina.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Militer Ukraina diketahui telah mengerahkan UAV Bayraktar buatan Turki untuk menghancurkan pos komando, tank, dan sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia, sementara Rusia telah menggunakan drone Orlan-10 buatan sendiri untuk pengintaian dan peperangan elektronik.

Tetapi Rusia telah berjuang untuk mengisi kembali pasokan mereka, membuat mereka beralih ke Iran untuk peralatan tersebut, AS percaya. Para pejabat AS juga berpendapat bahwa hubungan yang berkembang antara Iran dan Rusia menunjukkan mengapa AS perlu mempertahankan kehadiran dan pengaruhnya di Timur Tengah.

Sementara itu, Ukraina telah memohon kepada AS untuk menyediakan drone bersenjata yang lebih kuat seperti Gray Eagle, tetapi AS enggan menyediakannya karena takut Rusia dapat melihatnya sebagai hal yang terlalu berlebihan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini