Share

Perangi Perubahan Iklim, Miliarder Ini Serahkan Perusahaannya ke Yayasan Amal

Susi Susanti, Okezone · Kamis 15 September 2022 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 18 2668050 perangi-perubahan-iklim-miliarder-ini-serahkan-perusahaannya-ke-yayasan-amal-ag32rHkBiv.jpg Miliarder ini menyerahkan perusahaannya untuk yayasan amal demi perangi perubahan iklim (Foto: Campbell Brewer)

CALIFORNIA - Miliarder pendiri peritel pakaian luar ruangan Patagonia mengatakan bahwa dia telah menyerahkan perusahaannya kepada sebuah yayasan amal.

Yvon Chouinard mengatakan bahwa di bawah struktur kepemilikan baru, setiap keuntungan yang tidak diinvestasikan kembali dalam menjalankan bisnis akan digunakan untuk memerangi perubahan iklim.

Dia mengatakan keuntungan perusahaan akan berjumlah sekitar USD86 (Rp1.280 triliun) miliar hingga USD100 miliar (Rp1.489 triliun) per tahun, tergantung pada ‘kesehatan’ keuangan perusahaan.

"Meskipun sangat luas, sumber daya bumi tidak terbatas, dan jelas kita telah melampaui batasnya," kata pengusaha tentang keputusannya untuk menyerahkan kepemilikan.

Baca juga: Buntut Kematian Taipan India dalam Kecelakaan Mobil, Pemakaian Sabuk Pengaman Dituntut Lebih Ketat

"Alih-alih mengekstraksi nilai dari alam dan mengubahnya menjadi kekayaan, kami menggunakan kekayaan yang diciptakan Patagonia untuk melindungi sumbernya,” lanjutnya.

Baca juga: Didakwa Penggelapan Uang dan Penyuapan, Miliarder China Dihukum Penjara 13 Tahun dan Denda Rp119 Triliun

Perusahaan California itu telah menyumbangkan 1% dari keuntungan tahunannya kepada para aktivis akar rumput dan berkomitmen pada praktik-praktik berkelanjutan. Namun dalam surat terbuka kepada pelanggan, pengusaha itu mengatakan ingin berbuat lebih banyak.

Dia awalnya mempertimbangkan untuk menjual Patagonia dan menyumbangkan uangnya untuk amal, atau menjadikan perusahaan itu perusahaan publik.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Namun dia mengatakan kedua opsi itu berarti menyerahkan kendali bisnis. "Bahkan perusahaan publik dengan niat baik berada di bawah terlalu banyak tekanan untuk menciptakan keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan vitalitas dan tanggung jawab jangka panjang," katanya.

Sebaliknya, keluarga Chouinard, yang memiliki perusahaan, telah memindahkannya ke dua entitas baru. Yakni Patagonia Purpose Trust, yang dipimpin oleh keluarga tersebut, tetap menjadi pemegang saham pengendali perusahaan tetapi hanya akan memiliki 2% dari total sahamnya.

Ini akan memandu filantropi dari Holdfast Collective, sebuah badan amal AS "yang didedikasikan untuk memerangi krisis lingkungan" yang sekarang memiliki semua saham non-voting - sekitar 98% dari perusahaan.

"Setiap tahun uang yang kami hasilkan setelah diinvestasikan kembali dalam bisnis akan dibagikan sebagai dividen untuk membantu memerangi krisis," terangnya.

Patagonia diketahui menjual pakaian hiking dan pakaian luar ruangan lainnya di lebih dari 10 negara.

Didirikan pada 1973, perkiraan pendapatan perusahaan ini adalah USD1,5 miliar (Rp22 triliun) tahun ini. Sedangkan kekayaan bersih Chouinard diperkirakan berjumlah USD1,2 miliar (Rp18 triliun).

Chouinard bukanlah pengusaha pertama yang memberikan kekayaannya. Tahun lalu bos Grup Hut, yang memiliki berbagai merek kecantikan dan nutrisi online, menyumbangkan 100 juta poundsterling (Rp1,7 triliun) ke yayasan amal setelah menjadi miliarder ketika perusahaannya terdaftar.

Matthew Moulding mengatakan tentang kekayaan barunya bahwa dia "bahkan tidak bisa memahami angka-angkanya" dan berusaha membuat perbedaan.

Sementara itu, pendiri Microsoft Bill Gates tahun ini berjanji untuk "mencoret" namanya dari daftar orang kaya dunia saat ia memberikan sumbangan USD20 miliar (Rp298 triliun) untuk dana filantropinya.

Bos teknologi yang diperkirakan memiliki kekayaan hingga USD118 miliar (Rp1.756 triliun) itu telah berjanji untuk memberikan kekayaannya untuk amal pada 2010, dan kekayaan bersihnya meningkat lebih dari dua kali lipat sejak itu.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini