Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Musso, Tokoh PKI yang Belajar Komunisme Langsung dari Stalin di Uni Soviet

Hasan Kurniawan , Jurnalis-Kamis, 15 September 2022 |17:19 WIB
Musso, Tokoh PKI yang Belajar Komunisme Langsung dari Stalin di Uni Soviet
Musso (foto: dok ist)
A
A
A

Hasil perundingan itu lalu disampaikan kepada Wakil Komunis Internasional (Komintern) untuk Asia Tenggara Tan Malaka di Manila. Alimin yang diutus untuk menyampaikan hasil perundingan di Singapura itu. Namun, Tan Malaka dengan tegas menolak rencana tersebut, karena dinilai masih mentah. Alimin kemudian kembali ke Singapura dan membicarakan penolakan Tan Malaka. Tetapi, pimpinan PKI di Singapura mengutus Alimin dan Musso ke Moskow untuk meminta dukungan Stalin.

Akhirnya, Tan Malaka berangkat ke Singapura. Namun, Alimin dan Musso sudah terlanjur berangkat ke Moskow. Di Singapura, Tan Malaka bertemu Subakat, dan diberikan jawaban Alimin yang menyatakan pimpinan PKI menolak menggagalkan pemberontakan. Lalu, Subakat memanggil Suprodjo dan membicarakan kembali keputusan Prambanan bertiga. Hasilnya, analisa Tan Malaka benar dan pemberontakan harus dibatalkan. Suprodjo pun kembali ke Indonesia dan bertemu Sardjono agar mengagalkan pemberontakan. Namun ditolak.

Pada 12 November 1926, pemberontakan meletus di Jawa, dan Januari 1927 di Sumatera Barat. Dalam tempo yang sangat singkat, pemberontakan ditumpas dan PKI dijadikan partai terlarang. Setelah pemberontakan yang gagal itu, pergerakan kemerdekaan bergerak di bawah tanah. Sementara Musso dan Alimin berhasil bertemu Stalin. Namun, sikap Stalin dan Tan Malaka sama. Mereka sama-sama menolak pemberontakan, karena mentahnya persiapan yang dilakukan pihak komunis.

Sebagai ganjaran, Musso "ditahan" oleh Moskow untuk mengikuti pendidikan Marxisme-Leninisme, dan dididik menjadi agen komunis Internasional. Sementara Alimin mengembara sebagai agen komintern. Berkat didikan keras Moskow, Musso menjadi pemimpin komunis yang handal. Pada tahun 1935, Musso kembali ke Indonesia dan menghidupkan kembali PKI bawah tanah untuk memimpin perjuangan antifasis selama pendudukan Jepang, dia kembali menghilang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement