Share

Kasus Polisi Tampar PM TNI, Kapolda Sumsel Sebut Pelaku Benar-Benar Gila

Era Neizma Wedya, iNews · Jum'at 16 September 2022 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 610 2669224 kasus-polisi-tampar-pm-tni-kapolda-sumsel-sebut-pelaku-benar-benar-gila-FZhtQApzgu.jpg Pelaku penampar PM TNI (foto: dok ist)

PALEMBANG - Viralnya video Bripka MS, oknum polisi yang viral usai memukul anggota Polisi Militer (PM) TNI bernama Prada Irfan tampak mendadak gila, dan merengek layaknya anak kecil saat diamankan di Polda Sumsel.

Mengenai hal itu, Kapolda Sumsel, Irjen Toni Harmanto melalui Kabid Humas, Kombes Supriadi didampingi Kabiddokkes Polda Sumsel, Kombes dr Syamsul Bahar M Kes mengatakan, bahwa Bripka MS bukan pura-pura gila melainkan memang mengalami gangguan jiwa.

"Kita mempunyai bukti kalau Bripka MS ini memang mengalami gangguan jiwa, bukan pura-pura semata," ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

 BACA JUGA:Tampang Polisi Tampar Prajurit TNI, Ujung-ujungnya Menangis saat Ditangkap

Hal ini berdasarkan Surat keterangan hasil BPKP Polri Nomor : R /34/ VI/ KES.3./ 2022/ Biddokes. Dimana dalam surat ini dikeluarkan pada 24 Juni 2022 oleh Dr. Abdullah Sahab, SpKJ, MARS dari Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit khusus Penyakit Jiwa) menerangkan bahwa Bripka MS mengalami gangguan jiwa.

Sehingga dalam surat tersebut Bripka MS tidak dapat melakukan pekerjaan yang berat karena masih memerlukan perawatan dan pengobatan medis, namun masih bila melakukan pelayanan yang ringan sesuai dengan penyakitnya.

 BACA JUGA:Viral! Oknum Polisi yang Tampar TNI di Palembang Menangis dengan Tangan Terborgol

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Jadi video yang beredar di medsos yang disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab itu tidak benar, apalagi itu di rekam saat yang bersangkutan sedang melakukan konseling psikolog polri," jelasnya.

Sehingga ia menegaskan, bukan pura-pura gila tapi memang benar Bripka MS mengalami gangguan jiwa.

"Jadi kita pastikan video yang disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab itu, karena dia memang mengalami gangguan jiwa, " tutupnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini