Share

Taliban: AS dan Afghanistan Barter Tahanan Usai Negosiasi Panjang

Susi Susanti, Okezone · Selasa 20 September 2022 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 18 2671236 taliban-as-dan-afghanistan-barter-tahanan-usai-negosiasi-panjang-LGkH56kTMQ.jpg Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi (Foto: AP)

KABUL – Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi mengatakan seorang veteran Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang ditahan di Afghanistan selama lebih dari dua tahun dibebaskan oleh Taliban pada Senin (19/9/2022) dengan imbalan sekutu penting.

Mark Frerichs diketahui bekerja sebagai insinyur sipil pada proyek konstruksi di Afghanistan ketika "disandera" pada 2020.

"Setelah negosiasi panjang, warga negara Amerika Mark Frerichs diserahkan kepada delegasi Amerika dan delegasi itu menyerahkan (Bashar Noorzai) kepada kami hari ini di bandara Kabul," terang Muttaqi dalam acara di ibu kota untuk mengumumkan pertukaran tersebut, dikutip VOA.

Baca juga: Tokoh Senior Taliban Bebas dari Penjara Guantanamo AS Usai Dipenjara 2 Dekade karena Selundupkan Heroin

Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menggambarkan pembebasan veteran itu sebagai salah satu "prioritas inti pemerintah dan tidak dapat dinegosiasikan".

Baca juga: AS Desak Rusia Terima Tawaran Barter Tahanan, Bebaskan Pemain Bola Basket yang Dipenjara

Adapun Noorzai, komandan perang dan rekan Taliban, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menyelundupkan heroin dan telah menjalani hukuman 17 tahun dalam penjara AS.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Juru bicara pemerintah Zabihullah Mujahid kepada kantor berita AFP mengatakan meskipun tidak memegang jabatan resmi, ia telah "memberi dukungan kuat termasuk senjata" kepada Taliban pada 1990-an.

Seperti diketahui, Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan sedikit lebih dari setahun yang lalu ketika Amerika dan NATO keluar dari negara itu setelah 20 tahun intervensi militer. Belum ada negara yang mengakui pemerintahan baru. Amerika berulang kali mengatakan kepada Taliban bahwa mereka harus "mendapatkan" legitimasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini