Share

Warga Jepang Mempertanyakan Mengapa Biaya Pemakaman Shinzo Abe Lebih Mahal Ketimbang Ratu Elizabeth II

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 24 September 2022 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 18 2674244 warga-jepang-mempertanyakan-mengapa-biaya-pemakaman-shinzo-abe-lebih-mahal-ketimbang-ratu-elizabeth-ii-E7ZDnszgGw.jpg Aksi protes menentang biaya pemakaman kenegaraan Shinzo Abe (Foto: EPA)

JEPANG - "Bagaimana mungkin biaya pemakaman Shinzo Abe lebih mahal daripada Ratu Elizabeth II?" demikian headline sebuat surat kabar di Jepang.

Meskipun jumlah aktual uang yang dihabiskan untuk pemakaman negara Ratu Elizabeth II belum diungkapkan, namun artikel Flash mengutip angka Daily Mirror yang dilaporkan sebesar 1,3 miliar yen (Rp137 miliar) yang kemudian dibandingkan dengan perkiraan biaya pemakaman mantan Perdana Menteri (PM) prime Shinzo Abe sebesar 1,66 miliar yen (Rp175 miliar).

Banyak yang sudah memprediksi biaya yang sebenarnya jauh lebih tinggi, mengutip contoh seperti Olimpiade Tokyo yang akhirnya menghabiskan dana sebesar USD13 miliar (Rp196 triliun), atau sekitar dua kali lipat dari perkiraan awal.

Baca juga: Jepang Akan Habiskan Rp174 Miliar untuk Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe

Yang lain bertanya apakah perbedaan dalam biaya antara dua pemakaman negara bagian terletak pada perusahaan yang bertindak sebagai penyelenggara pemakaman. Perusahaan ini juga diketahui  menjadi pihak yang bertanggung jawab pada acara besar Jepang yakni pesta sakura tahunan.

Baca juga:  Jepang Akan Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Mantan PM Jepang Shinzo Abe, Rogoh Kocek Rp27,5 Miliar

Diketahui, penyelenggara acara yang berbasis di Tokyo, Murayama dinyatakan sebagai satu -satunya penawar - dan karena itu memenangkan kontrak sebesar 176 juta yen (Rp18,5 miliar) untuk pemakaman negara Abe.

Namun banyak warga yang terkejut karena perusahaan yang digunakan Abe untuk menjadi tuan rumah pesta sakura tahunan itu diketahui menghadapi tuduhan kronisme.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Lebih dari 75% orang yang disurvei oleh jajak pendapat kantor berita Kyodo baru-baru ini mengatakan pemerintah menghabiskan terlalu banyak untuk pemakaman.

Sekitar setengah dari uang itu diperkirakan akan digunakan untuk keamanan yang ketat sementara sepertiga lainnya akan digunakan untuk menjadi tuan rumah pengunjung asing.

Marah tentang mahalnya biaya pemakaman Abe, beberapa outlet media lokal mengutip biaya pemakaman PM Shigeru Yoshida sebesar 18 juta yen (Rp2 miliar) pada 1967 - setara dengan 70 juta yen (Rp7,4 miliar) hari ini.

Ketika Jepang memerangi inflasi untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, para kritikus mengatakan bahwa uang itu akan lebih baik dihabiskan untuk membantu keluarga berpenghasilan rendah yang paling menderita.

Ketidakpuasan atas pemakaman negara bagian untuk Abe dimasukkan ke dalam penurunan peringkat persetujuan untuk pemerintahan saat ini, yang menjadi paling rendah sejak Kishida berkuasa.

Sementara itu, menjelang pemakaman negara bagian pada Selasa (27/9/2022), para tamu luar negeri tiba di Jepang untuk bertemu dengan PM Fumio Kishida saat ini. Acara tiga hari telah dijuluki "diplomasi pemakaman".

Ada 700 tamu dari 217 negara, termasuk Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dan PM India Narendra Modi dan PM Australia Anthony Albanese.

Tak hanya soal biaya, banyak orang di Jepang telah menyoroti bagaimana pemakaman negara bagian Ratu di London menarik sebagian besar pemimpin global saat ini sementara mereka yang menghadiri Abe sebagian besar adalah mantan pemimpin.

Liputan TV pemakaman Ratu juga menunjukkan kasih sayang kepada mantan Raja Inggris dan menyoroti betapa berbedanya suasana hati di Jepang.

Sebagai PM yang paling lama melayani Jepang, Abe menjadi PM kedua yang mendapatkan pemakaman negara.

Sebelumnya Yoshida mendapatkan pemakaman kenegaraan pada 55 tahun yang lalu. Dia diketahui menjabat sebagai pemimpin negara Jepang tak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II, dan dianggap secara luas telah membuat ‘lintasan’ untuk menetapkan kehidupan bagi Jepang pascaperang.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini