Share

Jepang Akan Habiskan Rp174 Miliar untuk Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 06 September 2022 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 18 2661811 jepang-akan-habiskan-rp174-miliar-untuk-gelar-pemakaman-kenegaraan-shinzo-abe-KxSConNsda.jpg Foto dari mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang ditembak saat berkampanye pada Juli. (Foto: Reuters)

TOKYO - Jepang akan menghabiskan sekira 1,65 miliar yen (sekira Rp174 miliar) untuk pemakaman kenegaraan yang direncanakan untuk mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, menurut perkiraan baru pemerintah pada Selasa, (6/9/2022) yang mencakup biaya keamanan dan resepsi.

Pemerintah pada akhir Agustus menyetujui anggaran yang lebih sederhana sebesar 250 juta yen untuk pemakaman tetapi kemudian menghadapi kritik atas apa yang dianggap sebagai angka yang tidak realistis, yang mengecualikan pengeluaran besar untuk keamanan dan menjamu VIP.

Diwartakan Reuters, pemerintah sekarang memperkirakan biaya keamanan untuk pemakaman akan mencapai sekira 800 juta yen, sementara menjamu delegasi asing akan menelan biaya sekitar 600 juta yen, Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno mengumumkan.

"Jika kami memberikan perkiraan yang disederhanakan, saya kira totalnya akan mendekati apa yang Anda katakan," kata Matsuno menanggapi pertanyaan apakah total pemakaman kenegaraan akan menjadi sekitar 1,7 miliar yen.

Sekira 6.000 tamu diperkirakan akan menghadiri upacara tersebut, yang akan diadakan pada 27 September di aula Nippon Budokan, Tokyo. Menurut Matsuno, tamu-tamu itu termasuk lebih dari 190 delegasi asing, di mana sekira 50 diperkirakan termasuk VIP tingkat kepala negara.

Abe ditembak mati selama kampanye pemilihan pada Juli.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Penolakan terhadap pemakaman yang didanai pembayar pajak untuk Abe, perdana menteri Jepang yang paling lama menjabat, diperburuk oleh pengungkapan hubungan dia dan anggota partai yang berkuasa lainnya dengan Gereja Unifikasi yang kontroversial. Peringkat persetujuan Perdana Menteri Fumio Kishida telah turun bersamaan.

"Kami memutuskan untuk memberikan perkiraan ini sesuai dengan tawaran Perdana Menteri Fumio Kishida untuk klarifikasi detail" dari pemakaman kenegaraan, kata Matsuno sebagaimana dilansir Reuters.

Terduga pembunuh Abe mengatakan kepada jaksa bahwa dia menyimpan dendam terhadap organisasi keagamaan, yang dikenal dengan pernikahan massal dan taktik penggalangan dana yang agresif, dan dia yakin Abe memiliki koneksi dengan kelompok itu, media lokal melaporkan.

Jajak pendapat surat kabar Yomiuri yang dilakukan awal bulan ini menunjukkan 56% responden menentang pemakaman kenegaraan, dibandingkan dengan 38% yang mendukung.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini