Share

Pengakuan Tahanan Perang Rusia: Saya Diperlakukan Lebih Buruk dari Anjing

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 25 September 2022 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 18 2674558 pengakuan-tahanan-perang-rusia-saya-diperlakukan-lebih-buruk-dari-anjing-X7PRl67kZk.jpg Aiden Aslin. (Foto: The Sun)

LONDON – Pria Inggris yang dibebaskan setelah menjadi tawanan perang Rusia di Ukraina mengatakan bahwa dia "diperlakukan lebih buruk daripada seekor anjing" dan ditahan di sel isolasi selama lima bulan.

Aiden Aslin telah kembali ke Inggris setelah ditahan selama berbulan-bulan menyusul penangkapannya oleh pasukan dukungan Rusia di Ukraina.

Berbicara kepada The Sun pada Minggu, (25/9/2022) Aslin mengatakan setelah ditikam dia ditanya apakah dia menginginkan kematian yang cepat atau "kematian yang indah".

Dia mengatakan para tahanan harus menyanyikan lagu kebangsaan Rusia setiap pagi.

"Dan jika Anda tidak menyanyikannya, Anda akan dihukum karenanya. Anda akan dipukuli," katanya sebagaimana dilansir BBC.

Dalam wawancara tersebut, si mantan tahanan mengatakan dia ditikam selama ditahan - dan dipukuli karena tatonya.

Sepuluh tahanan, termasuk Aslin, dibebaskan pada Rabu, (21/9/2022) malam setelah Arab Saudi mengatakan telah menengahi pertukaran antara Rusia dan Ukraina.

Di antara mereka ada lima warga negara Inggris yang dibebaskan - termasuk John Harding, Dylan Healy, Andrew Hill, dan Shaun Pinner.

Aslin dari Newark, Nottinghamshire ditahan pada April saat bertempur di kota tenggara Mariupol.

Dia, Pinner dan warga negara Maroko, Brahim Saadoun, diadili di Republik Rakyat Donetsk yang dideklarasikan sendiri dan diberitahu bahwa mereka menghadapi hukuman mati.

BACA JUGA: 2 Warga Inggris yang Bertempur untuk Ukraina Dihukum Mati di Donetsk

Mengacu pada saat dia ditikam dari belakang dengan pisau, Aslin berkata: "Saya tahu ada kemungkinan yang sangat tinggi bahwa saya akan dibunuh."

Dia kemudian ditanya oleh seorang Rusia yang menjaganya: "Apakah Anda ingin kematian yang cepat atau kematian yang indah?"

Menjawab kematian yang cepat, Aslin diberitahu: "Anda akan memiliki kematian yang indah dan saya akan memastikan itu adalah kematian yang indah."

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia mengatakan dia dipukuli karena memiliki tato trisula Ukraina dan karena menunjukkan pernah bertempur di Suriah.

Aslin mengatakan dia ditahan di sel dua orang dengan empat orang dan harus tidur di tikar yang penuh dengan kutu.

“Kami tidak bisa ke toilet dengan baik karena kami tidak punya toilet,” katanya, seraya menambahkan bahwa mereka harus menggunakan botol kosong.

Aslin mengatakan dia bertahan selama tiga minggu makan potongan roti dan air - dan "akhirnya kami harus memohon mereka untuk memberi kami air keran".

Ada jendela di sel, tapi "tidak ada yang melindungi kita dari elemen luar" katanya, yang menyebabkan cuaca menjadi dingin di musim dingin.

Berbicara tentang kapan paspornya diperiksa, "segera setelah saya mengatakan Inggris Raya, saya mendapat pukulan langsung di hidung" katanya.

Aslin mengatakan satu-satunya saat dia diizinkan keluar adalah melakukan propaganda atau menerima telepon.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini