Share

Ibu Muda Hamil 6 Bulan Nekat Colong Motor, Berujung Jadi Tahanan Polisi

Taufik Budi, Okezone · Senin 26 September 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 512 2675119 ibu-muda-hamil-6-bulan-nekat-colong-motor-berujung-jadi-tahanan-polisi-VXyVxHfMXw.jpg Ibu hamil muda yang nekat mencuri motor/Foto: Taufik Budi

SEMARANG - Seorang ibu muda hamil 6 bulan nekat menyolong sepeda motor di Semarang, Jawa Tengah. Ironisnya dia melakukan aksi tak terpuji itu bersama suaminya yang kini sama-sama ditahan.

Perempuan itu berinisial D (20) warga Tambra Kota Semarang, yang kini tengah hamil anak pertama. Janin yang tengah dikandungnya kini berusia sekira enam bulan.

 BACA JUGA:Seram! Warung Makan di Jogja Ini Hanya Menyediakan Keperluan untuk Roh Halus

Namun, perempuan berambut panjang itu tak bisa merawat janinnya itu secara normal karena sedang menjalani masa tahanan di Mapolsek Gajahmungkur Semarang. Dia menjadi tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Tak sendiri, dia terpaksa mendekam di penjara bersama suami berinisial W (22) karena kasus yang sama. Mereka diincar polisi karena diduga menjadi pelaku curanmor di beberapa lokasi di Kota Semarang.

 BACA JUGA:Stres, Anak Siram Bensin ke Tempat Tidur dan Bakar Rumah Orangtuanya

“Saya sudah lima kali (mencuri) di lima lokasi berbeda, semua di Kota Semarang,” kata D saat konferensi pers di halaman Mapolda Jateng, Senin (26/9/2022).

Dia mengaku menjalani pekerjaan haram itu karena terdesak kebutuhan ekonomi. Hingga dia bersama suami sepakat melakukan tindak curanmor dan berbagi peran ketika eksekusi di lokasi kejadian.

“Saya tugasnya sebagai penjaga, ya ngawasi kalau saat beraksi itu biar tidak diketahui orang lain. Dan yang ngambil itu semuanya oleh suami, saya hanya jaga-jaga saja,” ungkap dia.

Lima kali beraksi, semua berjalan lancar tak ada yang tepergok warga. Sepeda motor curian bisa laku di pasaran dengan harga yang cukup untuk membuat asap dapur mengepul. Hingga suatu hari polisi datang untuk menjemput keduanya.

“Saya sedang hamil 6 bulan. Ya sehari-hari kini di dalam (penjara). Sudah kurang lebih tiga pekan. Sudah bilang ke polisi juga kalau sekarang saya kondisinya lagi hamil, tapi ya tetep (dipenjara),” lugasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro, mengatakan, penahanan tersangka berdasarkan penilaian subjektivitas penyidik. Meski demikian, polisi tetap mempertimbangkan upaya pengalihan penahanan setekah dilakukan gelar perkara.

“Kita lihat lebih lanjut. Tentu saja (pengalihan penahanan) nanti kita melihat subjektivitas penyidik. Yang kita harapkan kan pertama tidak mengulangi perbuatan, kemudian alasan kemanusiaan, kemudian tidak menghilangkan barang bukti, dan sebagainya,” kata Djuhandani.

“Nanti akan kita gelarkan, melalui proses gelar perkara, kira-kira untuk ditangguhkan atau kita alihkan penahanan jadi tahan kota atau tahahan rumah. Nanti (menunggu) hasil gelar perkara,” pungkas dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini