Share

Abu Shinzo Abe Dibawa Jandanya ke Tempat Upacara Pemakaman Kenegaraan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 27 September 2022 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 18 2675809 abu-shinzo-abe-dibawa-jandanya-ke-tempat-upacara-pemakaman-kenegaraan-gbkPPGuyvq.jpg Akie Abe membawa abu almarhum suaminya, mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam upacara pemakaman kenegaraan di Tokyo Budokan, Tokyo, Jepang, 27 September 2022. (Foto: Reuters)

TOKYO – Upacara pemakaman kenegaraan untuk mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berlangsung di Tokyo Budokan, Tokyo, pada Selasa, (29/9/2022). Acara ini telah menimbulkan pro dan kontra di kalangan warga Jepang, yang keberatan dengan biaya besar upacara yang menggunakan uang negara.

Upacara dimulai dengan janda Shinzo Abe, Akie Abe membawa kotak seremonial berisi abu mantan perdana menteri terlama Jepang itu.. Abu Abe dibawa dengan iring-iringan kendaraan dari rumah Akie di Tokyo.

Abu Shinzo Abe diterima oleh Perdana Menteri Fumio Kishida, yang kemudian menyerahkannya kepada perwira militer. Kotak Abu itu kemudian diletakkan di sebuah altar yang berada di tengah ruangan upacara.

BACA JUGA: Wapres Terbang ke Jepang Hadiri Prosesi Pemakaman Shinzo Abe

Kolom pasukan militer - berpakaian putih - sebelumnya telah masuk ke arena, memberi hormat kepada mantan perdana menteri. Semua orang di antara penonton berdiri saat band memainkan lagu kebangsaan lainnya.

Sekira 4.300 orang diperkirakan akan menghadiri upacara Selasa dan setidaknya 48 tokoh pemerintahan dunia, yang menjabat saat ini atau yang sebelumnya menjabat, termasuk Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga hadir dalam upacara ini. 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pemakaman kenegaraan untuk Abe, yang telah menerima pemakaman pribadi beberapa hari setelah pembunuhannya, adalah yang pertama sejak 1967, yang digelar untuk mantan Perdana Menteri Shigeru Yoshida.

Kishida telah menjelaskan keputusan itu sebagai cara untuk menghormati prestasi Abe, serta membela demokrasi, tetapi warga Jepang tetap terbelah. Hanya 30% responden dalam jajak pendapat baru -baru ini oleh TV Asahi setuju untuk menjadi tuan rumah pemakaman, berbanding 54% yang menentang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini