Share

Ilmuwan Jepang Kembangkan Kecoak Cyborg untuk Bantu Korban Gempa

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 28 September 2022 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 18 2676626 ilmuwan-jepang-kembangkan-kecoak-cyborg-untuk-bantu-korban-gempa-41YeE5ju4Q.jpg Kecoak cyborg yang dikembangkan Riken. (Foto: Reuters)

TOKYO - Sejumlah ilmuwan Jepang mengembangkan kecoak cyborg yang kelak bisa digunakan untuk menyelamatkan korban gempa.

Bagi manusia, menerobos puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa tentu bukanlah hal mudah. Risikonya besar, dan bukan tidak mungkin merenggut nyawa. Namun tidak demikian halnya dengan kecoak. Ukurannya yang kecil dan ringan memudahkannya menerobos masuk lubang atau ruang yang sangat kecil.

Pemikiran itulah yang mendorong sejumlah ilmuwan di Riken, sebuah lembaga riset ilmiah bergengsi di Jepang, untuk mengembangkan kecoak cyborg. Mereka pada intinya, mengembangkan perangkat elektronik setipis lembaran plastik yang dapat dilekatkan ke kecoak sehingga memungkinkan mereka menavigasi gerakan serangga itu.

Kenjiru Fukuda, ilmuwan senior di Riken, menjelaskan manfaat alat yang disebut solar electronic backpack itu.

"Tujuan utama kami adalah memanfaatkan alat ini untuk membantu mencari penyintas di tempat-tempat di mana bencana terjadi. Khususnya, ketika terjadi bencana gempa di mana orang-orang terkubur di puing-puing bangunan yang runtuh. Kami berusaha mengembangkan aplikasi yang memungkinkan kami menerobos celah-celah kecil,” kata Fukuda sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.

Fukuda dan timnya memilih kecoak Madagaskar untuk penelitian mereka. Serangga yang suka mendesis ini berukuran cukup besar untuk bisa dibebani peralatan, namun tidak memiliki sayap yang bisa menghalangi gerak mereka.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Tim Riken mengakui, penelitian mereka masih jauh dari sempurna. Peralatan yang mereka kembangkan, contohnya, dilengkapi baterai yang tenaganya cepat habis.

"Tenaga baterai dipasang pada robot kecil ini cepat habis, sehingga waktu eksplorasinya menjadi lebih singkat. Namun serangga cyborg ini aktif bergerak sehingga listrik yang dibutuhkan sebetulnya juga tidak begitu banyak," jelasnya.

Jepang terkenal sebagai negara yang sering mengalami gempa bumi. Badan Meterologi Jepang memperkirakan, ada sekira 5.000 gempa terjadi di negara itu setiap tahunnya.

Masyarakat umum kerap tidak menyadari tingginya frekuensi itu mengingat rendahnya skala gempa-gempa itu dan pusat-pusat gempa yang jauh dari daratan,

Badan itu melaporkan, sekira 3.800 gempa dengan kekuatan 3,0 hingga 3,9 Skala Richter tercatat setiap tahunnya di Jepang. Sementara itu, gempa dengan kekuatan 4,0 hingga 4,9 Skala Richter tercatat rata-rata 900 kasus dalam satu tahun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini