Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

G30SPKI: Biadabnya PKI Anggota Brimob Pejuang Trikora Ikut Ditembak Mati

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Rabu, 28 September 2022 |17:51 WIB
G30SPKI: Biadabnya PKI Anggota Brimob Pejuang Trikora Ikut Ditembak Mati
KS Tubun/Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Nama Ajun Inspektur Polisi Dua (Anumerta) Karel Satsuit Tubun atau KS Tubun tercatat sebagai sebagai salah satu tokoh pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30SPKI.

Karel ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi, berdasarkan Surat Keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Komando Operasi Tinggi (KOTI) nomor 114/KOTI/1965 pada 5 Oktober 1965.

(Baca juga: G30SPKI: Subuh Buta di Rumah Jenderal Nasution, Tubuh Mungil Ade Irma Bersimbah Darah Ditembak Cakrabirawa)

Pangkatnya dinaikkan menjadi Ajun Inspektur Polisi II. Karel dimakamkan ke Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta.

Dilansir dari buku Ensiklopedia Pahlawan Nasional serta arsip Okezone, Rabu (28/9/2022) Karel tewas dibunuh PKI ketika menjaga Wakil Perdana Menteri II, Dr. Johannes Leimena.

Diketahui, Karel Satsuit Tubun dilahirkan di Tual. Maluku Tenggara pada 14 Oktober 1928. Tamat dari Sekolah Polisi Negara di Ambon ia diangkat sebagai Agen Polisi Tingkat II dan mendapat tugas dalam kesatuan Brigade Mobil (Brimob) di Ambon.

Dia ditempatkan pada kesatuan Brimob Dinas Kepolisian Negara di Jakarta. Tahun 1955 dipindahkan ke Medan Sumatera Utara dan tahun 1958 dipindahkan ke Sulawesi. Pada waktu pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), KS Tubun bertugas di Sumatera Barat selama 6 bulan dan kemudian pindah ke Dabo.

Saat Operasi Trikora, ia pun ikut serta dalam perjuangan itu. Setelah Irian barat berhasil dikembalikan, ia diberi tugas untuk mengawal kediaman Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena di Jakarta. Berangsur-angsur pangkatnya naik menjadi Brigadir Polisi.

Ketika meletus pemberontakan G30S PKI dia termasuk salah seorang korban keganasan gerombolan Cakrabirawa pada suatu subuh, 1 Oktober 1965.

Saat para pengawal lain sudah dilumpuhkan, KS Tubun mencoba melawan. Sayang, tembakannya meleset, sementara rentetetan balasan menembus tubuhnya. KS Tubun saat itu juga tewas di tempat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement