Share

Pengadilan Myanmar Vonis Suu Kyi dan Ahli Ekonomi Australia Hukuman 3 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 29 September 2022 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 18 2677345 pengadilan-myanmar-vonis-suu-kyi-dan-ahli-ekonomi-australia-hukuman-3-tahun-penjara-DDpeBYhHse.jpg Aung San Suu Kyi. (Foto: Reuters)

NAYPYIDAW - Sebuah pengadilan di Myanmar yang dikuasai militer pada Kamis, (29/9/2022) menghukum pemimpin sipil yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, dengan vonis tiga tahun penjara, kata sumber yang mengetahui proses itu.

Keduanya didakwa melanggar undang-undang rahasia resmi, yang membawa hukuman maksimal 14 tahun, dan mengaku tidak bersalah.

"Tiga tahun masing-masing, tidak ada kerja keras," kata sumber yang menolak disebutkan namanya karena sensitifitas masalah ini, sebagaimana dilansir Reuters.

Suu Kyi, Turnell, dan beberapa anggota tim ekonominya termasuk di antara ribuan yang ditangkap sejak junta menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta awal tahun lalu, termasuk politisi, anggota parlemen, birokrat, mahasiswa, dan jurnalis.

Peraih Nobel Suu Kyi telah dijatuhi hukuman lebih dari 17 tahun penjara dalam kasus terpisah, sebagian besar terkait dengan tuduhan korupsi. Dia menyangkal semua tuduhan terhadapnya.

Turnell, yang juga seorang profesor ekonomi di Macquarie University di Australia, juga telah ditahan sejak beberapa hari setelah kudeta.

Kantor Perdana Menteri Australia dan Kementerian Luar Negeri tidak segera menanggapi permintaan komentar. Menteri Luar Negeri Penny Wong sebelumnya mengatakan Canberra menolak keputusan pengadilan untuk mengadili Turnell.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hukuman Kamis berlangsung di pengadilan tertutup di ibu kota, Naypyitaw. Pelanggaran pasti para terdakwa di bawah undang-undang rahasia resmi masih belum jelas, meskipun sebuah sumber sebelumnya mengatakan pelanggaran Turnell "berkaitan dengan tuduhan bahwa dia memiliki dokumen pemerintah".

Seorang juru bicara junta tidak menjawab panggilan untuk meminta komentar pada Kamis. Junta menegaskan pengadilan Myanmar independen dan mereka yang ditangkap sedang menjalani proses hukum.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini