Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Massa PKI Membabat Habis Hutan Adat Wonosadi yang Terkenal Angker

Erfan Erlin , Jurnalis-Kamis, 29 September 2022 |17:09 WIB
Kisah Massa PKI Membabat Habis Hutan Adat Wonosadi yang Terkenal Angker
Foto: MNC Portal
A
A
A

Lurah yang baru mengadakan rapat desa dengan keputusan dan 1966 hutan Wonosadi harus pulihkan menjadi hutan kembali. Sudiyo ditunjuk oleh Lurah Desa supaya mengkordinir masyarakat Beji untuk membuat hutan kembali. Lalu dibuat panitia yang diketuai Sudiyo.

Kini hutan Wonosadi telah kembali lestari. Luas Hutan Wonosadi menjadi 23 Ha di mana hutan inti ada 18 ha dan hutan penjaga ada 5 hektare. Berbagai tumbuh-tumbuhan ada di hutan ini dan kebanyakan tumbuhan langka ada di hutan inti.

Lurah Beji Ngawen, Sri Idayanti ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui kebenaran cerita PKI pernah merusak hutan Wonosadi tersebut termasuk juga narasi yang ada dalam buku di sekretariat Hutan Adat Wonosadi. Ia beralasan baru menjabat lurah sekitar 3 tahun.

"Pas peristiwa G30S/PKI itu saya belum ada. Saya lahir 1977, jadi kalau ditanya cerita itu termasuk semua pamong diganti karena tersangkut peristiwa tersebut, saya tidak tahu. Saya malah baru tahu sekarang ini,"kata dia, Kamis (29/9/2022).

Sumarna, warga Dusun Duren yang mengetik naskah buku tersebut juga mengaku tidak mengetahui kebenaran cerita tentang PKI di wilayahnya termasuk pergantian seluruh pamong ketika jaman penumpasan PKI tahun 1965. Ia mengakui jika memang yang mengetik narasi tersebut adalah dia, namun berdasarkan cerita dan inisiasi dari Sudoyo waktu itu.

"Dulu kan saya ketua Karang Taruna terus sekolah di SMEA. Nah yang bisa mengetik manual itu hanya saya, jadi saya yang disuruh mengetik narasi itu berdasarkan cerita Mbah Sadiyo,"ujar dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement