Share

Terancam Bencana Pergerakan Tanah dan Longsor, Warga Banjarwangi Garut Minta Direlokasi

Fani Ferdiansyah, Koran Sindo · Jum'at 30 September 2022 01:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 525 2677779 terancam-bencana-pergerakan-tanah-dan-longsor-warga-banjarwangi-garut-minta-direlokasi-iOQDkd1FLl.jpg Terancam pergerakan tanah dan longsor, warga Garut ingin direlokasi. (MNC Portal)

GARUT - Warga yang terancam pergerakan tanah dan longsor di Kampung Cipicung, Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, meminta direlokasi. Warga khawatir pergeseran tanah membahayakan keselamatan mereka.

Hal ini menyusul belasan rumah hingga lahan pertanian di kawasan itu terimbas bencana pada Kamis (22/9/2022).

Kepala Desa Jayabakati, Dede, mengatakan saat ini jumlah total rumah yang terdampak sebanyak 16 unit. Dede mengungkapkan, bencana itu membuat sejumlah rumah mengalami retak-retak.

"Bahkan ada yang tertimpa pohon juga tertimpa tanah juga," kata Dede, Kamis (29/9/2022).

Ia berharap pemerintah kabupaten dan provinsi memberikan keputusan terbaik terkait bencana yang terjadi di wilayahnya itu. Pemerintah Desa Jayabakti, lanjut Dede, menilai relokasi merupakan solusi terbaik untuk warganya.

"Kalau dilihat dari kasat mata ya memang lokasi itu sudah tidak layak di tempati lagi. Tapi semua keputusan kembali pada pemerintah di kabupaten dan provinsi," ujarnya.

Salah seorang warga Kampung Cipicung, Anda (64) mengatakan, pergerakan tanah yang disertai longsor di kampungnya terjadi pada Kamis malam pekan lalu sekira pukul 23.00 WIB.

"Saat itu ada ibu-ibu dari bawah menangis meminta tolong karena rumahnya ketiban pohon aren yang tumbang akibat longsor," ucapnya.

Ia berharap pihak yang berwenang untuk segera menindaklanjuti langsung ke lokasi untuk memberikan rasa aman pasa masyarakat setempat.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kami mohon bantuannya kepada pihak yang punya wewenang, mohon bantuannya. Kami berharap relokasi, kalau bahasa di sini agar tidak mangmang (waswas)," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa longsor dan pergerakan tanah di Kampung Cipicung tersebut mengancam permukiman warga. Belasan rumah warga terancam terbawa longsor.

Kasi Trantibum Kecamatan Banjarwangi, Dangdang, menjelaskan longsor di wilayah itu memiliki lebar 74 meter dan panjang 100 meter. "Longsor dipicu oleh tingginya curah hujan. Sebelum hujan dan longsor, memang sudah ada retakan tanah," kata Dangdang.

Beberapa rumah milik warga terpaksa dikosongkan pada malam hari di saat hujan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Mereka mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang jaraknya aman dari lokasi bencana.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini