JAKARTA - Peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30SPKI) adalah bagian dari sejarah kelam Indonesia. Meskipun hampir 57 tahun berlalu, tragedi berdarah itu masih lekat dalam ingatan masyarakat Indonesia.
Pemberontakan yang terjadi pada 30 September 1965 tersebut telah menewaskan 7 perwira Angkatan Darat. Banyak teori bermunculan mengenai siapa tokoh utama dalam peristiwa ini, namun sejarah mencatat bahwa PKI-lah yang bertanggung jawab atas gerakan tersebut.
Eksistensi PKI sendiri sudah berlangsung cukup lama. Masa kejayaannya adalah ketika PKI berada di bawah kepemimpinan DN Aidit. Partai berhaluan kiri ini bahkan mampu mengambil hati rakyat Indonesia dan menjadi lima besar pada Pemilu 1955.
Lantas, apa yang membuat PKI melancarkan aksi pemberontakan G30SPKI?
Tujuan Gerakan 30 September 1965
Usai pemberontakan di Madiun pada tahun 1948, PKI tidak kehilangan eksistensinya. Ambisi partai untuk menjadikan Indonesia sebagai negara komunis tetap berlanjut.
Adapun tujuan utama dari pemberontakan PKI adalah untuk merebut kekuasaan dari pemerintahan yang sah dan mengganti falsafah Pancasila dengan paham komunis.
Mengutip dari buku Sejarah Hukum Indonesia karya Sutan Remy Sjahdeini, dilansir oleh iNews, Gerakan 30 September yang dilakukan PKI bertujuan menggantikan ideologi Indonesia dan menjadikan Tanah Air sebagai negara komunis.