Share

Kerusuhan Berdarah Sepak Bola Kanjuruhan, Uni Eropa Beri Pesan Khusus ke Presiden Jokowi

Nadilla Syabriya, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 18 2679678 kerusuhan-berdarah-sepak-bola-kanjuruhan-uni-eropa-beri-pesan-khusus-ke-presiden-jokowi-1KZDrnsOQe.jpg Presiden Uni Eropa Charles Michel (Foto: AFP)

BELGIA - Presiden Uni Eropa, Charles Michel menyampaikan duka cita  atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang usai pertandingan sepak bola Arema melawan Persebaya pada Sabtu (1/10/2022).

Diketahui peristiwa ini telah menewaskan setidaknya 125 orang karena sesak nafas dan saling menginjak-injak. Hal tersebut menjadikannya tragedi mematikan kedua di dunia setelah kerusuhan di Peru.

"Simpati terdalam dan duka cita bagi para keluarga korban kepanikan massal di Kota Malang. Uni Eropa ada bersama Indonesia dalam momen kesedihan besar ini @Jokowi," ucap Charles Michel melalui kicauan di Twitter pada Minggu (3/10/2022).

Tak hanya Michel, beberapa tokoh dunia juga turut mengucapkan belasungkawa terhadap insiden ini. Salah satunya Paus Fransiskus yang ikut mendoakan keluarga korban agar tetap tabah.

Baca juga: Paus Khusus Doakan Korban Kerusuhan Sepak Bola di Malang

“Saya berdoa untuk mereka yang kehilangan nyawa dan yang terluka akibat bentrokan yang pecah setelah pertandingan sepak bola di Malang, Indonesia," ujar Paul Fransiskus yang dilansir dari Vatican News.

Baca juga: 5 Fakta Penggunaan Gas Air Mata di Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ini Alasan Ditembakkan!

Beberapa klub bola Eropa ternama seperti klub liga Inggris dan Spanyol juga ikut menyuarakan keprihatinan. Klub tersebut menyatakan simpatinya dengan mengheningkan dan menundukan kepala sebelum memulai pertandingan.

Follow Berita Okezone di Google News

Kerusuhan ini bermula dari beberapa suporter yang turun ke lapangan untuk menyampaikan kekecewaan atas kekalahan Arema sebagai tuan rumah. Namun, suporter tersebut sulit dikendalikan sehingga membuat aparat menembakan gas air mata.

Penembakan gas air mata tersebut tak hanya dilontarkan kepada suporter yang nekat masuk lapangan, tetapi pada di tribun penonton juga. Hal ini lantas membuat kepanikan massal yang menyebabkan mereka berdesakan hingga saling menginjak-injak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini