Kerusuhan ini bermula dari beberapa suporter yang turun ke lapangan untuk menyampaikan kekecewaan atas kekalahan Arema sebagai tuan rumah. Namun, suporter tersebut sulit dikendalikan sehingga membuat aparat menembakan gas air mata.
Penembakan gas air mata tersebut tak hanya dilontarkan kepada suporter yang nekat masuk lapangan, tetapi pada di tribun penonton juga. Hal ini lantas membuat kepanikan massal yang menyebabkan mereka berdesakan hingga saling menginjak-injak.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.