JAKARTA - Kantor Staf Presiden (KSP) menghimbau masyarakat agar menahan diri untuk tidak menyebarkan video atau foto yang menunjukkan kondisi korban kerusuhan pascapertandingan sepakbola antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober 2022.
Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Juri Ardiantoro mengatakan bahwa imbauan ini disuarakan untuk menghormati korban beserta keluarga yang ditinggalkan.
"Indonesia memang sedang berduka atas tragedi ini. Namun kami mengimbau agar masyarakat menahan diri dengan tidak menyebarkan konten-konten yang sensitif terkait kondisi para korban, baik yang meninggal maupun terluka. Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan trauma dan duka bagi keluarga korban," kata Juri dalam keterangannya, Senin (3/10/2022).
Baca juga: Sergio Silva Ceritakan Kondisi Ruang Ganti Arema FC saat Terjadi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
KSP pun turut menyampaikan rasa turut berduka cita kepada korban tragedi ini. Pertandingan sepakbola tidak seharusnya dibayar dengan nyawa.
Baca juga: KPAI: Gas Air Mata Sangat Berbahaya untuk Anak-Anak
Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan suporter terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dipicu oleh kekalahan Arema FC atas Persebaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.