JAKARTA – BJ Habibie dan Ainun punya cerita khusus ketika memberi nama anak pertama. Keduanya sepakat jika bayi yang lahir itu perempuan, maka Ainun yang akan memberinya nama. Sedangkan jika laki-laki, Habibie yang akan memberikan nama.
Ainun memilih nama Nadia Fitri. Nadia artinya embun pagi yang selalu murni, sedangkan Fitri berarti suci. Sementara itu, Habibie juga sudah menyiapkan nama Ilham Akbar. Pemilihan nama Ilham Akbar ini terinspirasi dari sosok istri tercintanya, Ainun.
Kala itu, Habibie tengah disibukkan dengan program baru yang sedang dikerjakannya, yaitu mengembangkan metode perhitungan tegangan akibat pemanasan kinetik pada sayap atau sirip suatu benda yang terbang lebih cepat dari 3 kali kecepatan suara. Dengan semangat, motivasi dan diilhami oleh Ainun, produktivitas kerja Habibie terus meningkat dan semua berjalan lancar.
Saking semangatnya, Habibie bahkan hampir tidak tidur dan terus bekerja. Hanya dengan berbekal kertas, alat tulis, semangat serta perhatian dan senyuman Ainun yang selalu memukau dan dia rindukan.
Coretan pada kertas tersebar di atas tempat tidur dan lantai kamar bersama buku-buku dan majalah ilmiah yang sedang Habibie baca. Seolah mengerti, Ainun hanya melihat, memberi pengertian dan tidak mengganggu atau berkomentar kecuali memberi vitamin, makan dan minuman apa adanya. Wajahnya bahagia dan menenangkan.
Setelah beberapa kali menghitung dan hasilnya tidak sesuai dengan teori thermo-elastisitas yang mutlak harus dipenuhi, Habibie berkesimpulan bahwa teori yang sedang dikembangkannya mungkin salah total. Rasanya, pekerjaan yang ia lakukan selama ini sia-sia.
Baca juga: Kisah BJ Habibie Buat Teknologi Kapal Selam Jerman, Bisa Menyelam 2 Kali Lebih Dalam
Kekecewaan yang begitu besar dirasakan oleh Habibie, menjadikan wajahnya terlihat sedih. Ainun yang melihat itu, lantas datang dan memeluk serta mencium pipi dan dahi suaminya, sembari berkata, "Saya yakin bahwa semua yang dipikirkan dan dikembangkan Rudy itu sudah benar dan tepat. Mungkin ada kesalahan pada angka masukan yang begitu banyak. Mengenal kemampuanmu saya sangat yakin akan keunggulanmu,” tuturnya.
Kata-kata itu disampaikan dengan senyuman menenangkan. Habibie kembali mengambil semua coretannya dan mengecek kembali satu demi satu. Semua berlangsung beberapa jam sampai larut malam. Hingga akhirnya kesalahan masukan angka yang sudah diduga oleh Ainun dia temukan.
Setelah dikoreksi akhirnya semua berjalan lancar. Karena itu, Habibie menyampaikan kepada Ainun, jika anak mereka laki-laki, maka nama yang tepat adalah Ilham Akbar. Karena Habibie merasa, bahwa Ainun, sebagai ibu dari bayi yang dikandungnya, selalu mengilhami, menenangkan dan memberi semangat kepadanya. Ainun juga selalu mampu menciptakan suasana terasa tentram sehingga apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.