4. Stadion Dasharath, Nepal (1988)
Badai es yang terjadi tiba-tiba menyebabkan kepanikan para suporter yang menonton pertandingan di ibu kota Nepal pada Maret 1988.
Orang-orang bergegas mencari perlindungan ke satu-satunya bagian stadion yang beratap, namun mereka didorong kembali oleh polisi. Sementara itu, penonton mencoba keluar stadion menemukan bahwa pintu gerbang terkunci.
Situasi itu mengakibatkan puluhan orang meninggal. Data kematian resmi yang tercatat adalah 70, namun media-media Nepal memperkirakan bahwa korban meninggal mencapai 93 orang.
5. Stadion Port Said, Mesir (2012)
Pertandingan liga antara klub Mesir Al Masry dan Al Ahly di Kota Port Said pada Februari 2012 berujung duka.
Setelah timnya menang 3-1, penggemar Al Masry menyerbu suporter Al Ahly yang terjebak karena aparat menolak membuka gerbang stadion. Kerusuhan besar-besaran itu mengakibatkan 74 orang tewas dan 500 orang luka-luka.
Lebih dari 70 orang, termasuk sembilan polisi, didakwa dengan 47 hukuman, termasuk hukuman mati. Salah satu kelompok pendukung al-Ahly yang dikenal sebagai "ultras" berperan penting dalam aksi protes terhadap Presiden Hosni Mubarak yang digulingkan pada 2011.
Para suporter menuduh pendukung Mubarak menghasut kericuhan di Port Said sebagai aksi balas dendam, namun polisi tidak berbuat banyak untuk mencegahnya.