Share

Pecah Rekor, Sydney Catat Curah Hujan Tahunan Terbesar Tahun Ini

Susi Susanti, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 18 2682150 pecah-rekor-sydney-catat-curah-hujan-tahunan-terbesar-tahun-ini-4EQhZHY3rR.jpg Sydney catat rekor curah hujan tahunan terbesar (Foto: AP)

SYDNEY - Dengan 86 hari tersisa hingga akhir tahun ini, kota terbesar Australia - Sydney - telah memecahkan rekor curah hujan tahunannya.

Badan cuaca Australia mengumumkan kota ini telah menerima lebih dari 2.200 mm curah hujan sejak Januari. Banjir yang meluas di seluruh Australia - didorong oleh pola cuaca La Niña - telah menewaskan lebih dari 20 orang tahun ini.

Orang-orang di Sydney dan di tempat lain telah diperingatkan akan risiko banjir segera dan bersiap menghadapi musim panas yang basah lagi.

Baca juga:  Banjir Makin Parah, 50.000 Orang di Sydney Diperintahkan Mengungsi

"Kami telah melihat banyak hujan di sekitar Sydney hari ini, tetapi itu hanya akan menjadi lebih buruk," kata Menteri Layanan Darurat New South Wales (NSW) Steph Cooke, Kamis (6/10/2022).

 Baca juga: Banjir Bandang Landa Sydney, Puluhan Ribu Orang Diperintahkan Mengungsi

Rekor curah hujan Sydney sebelumnya sebesar 2.194 mm terjadi pada 1950.

Biro Meteorologi mengatakam hujan lebat dan badai diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang tetapi daerah tangkapan air sudah jenuh, bendungan penuh, dan sungai sudah meluap.

Itu berarti banyak daerah yang siap menghadapi banjir cepat.

"Pesan kami untuk masyarakat dalam beberapa hari mendatang adalah bersiaplah sekarang," kata peramal cuaca Gabrielle Woodhouse.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"[Banjir ini] sepertinya akan lebih signifikan daripada apa yang telah kita lihat selama 12 bulan terakhir,” lanjutnya.

Dia mengatakan beberapa daerah di Sydney dan sekitarnya mungkin terkena banjir, tetapi komunitas di barat tengah NSW paling berisiko.

Bagi sebagian orang di daerah seperti Hawksbury-Nepean, di pinggiran barat Sydney, ini akan menjadi peristiwa banjir kelima dalam waktu kurang dari dua tahun.

Para ahli mengatakan cuaca basah telah didorong oleh perubahan iklim dan fenomena La Nina.

Di Australia, La Niña meningkatkan kemungkinan hujan, angin topan, dan suhu siang hari yang lebih dingin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini