Share

Banjir Bandang Landa Sydney, Puluhan Ribu Orang Diperintahkan Mengungsi

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 03 Juli 2022 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 18 2622814 banjir-bandang-landa-sydney-puluhan-ribu-orang-diperintahkan-mengungsi-eLyVk6WUHF.jpg Kru darurat menyelamatkan dua kuda poni dari daerah yang dilanda banjir di Milperra, Sydney, Australia, 3 Juli 2022. (Foto: Reuters)

SYDNEY - Puluhan ribu penduduk telah diperintahkan untuk mengungsi dari rumah mereka di Sydney, New South Wales, menyusul hujan lebat dan banjir bandang di kota terbesar di Australia itu.

Banjir bandang telah memutus jalan, memunculkan 18 perintah evakuasi di Sydney barat, dengan lebih banyak perintah evakuasi akan dikeluarkan.

BACA JUGA: Banjir Parah Tewaskan 20 Orang, PM Australia Umumkan Keadaan Darurat Nasional

"Ini adalah situasi darurat yang mengancam jiwa," kata Menteri Layanan Darurat New South Wales, Stephanie Cooke sebagaimana dilansir BBC.

Daerah itu dilanda banjir bandang pada Maret, menewaskan 20 orang.

"Kami sekarang menghadapi bahaya di berbagai bidang, banjir bandang, banjir sungai dan erosi pantai," kata Cooke dalam jumpa pers.

Peringatannya datang ketika Biro Meteorologi mengatakan hujan hingga 350 mm telah melanda daerah-daerah tertentu, dengan risiko banjir di sepanjang Sungai Nepean.

Bendungan utama Sydney juga mulai meluap dalam semalam, memunculkan kekhawatiran lebih lanjut bagi pihak berwenang.

Cooke mengatakan ini adalah "situasi yang berkembang pesat" dan memperingatkan bahwa orang harus "bersiap untuk mengungsi dalam waktu singkat".

BACA JUGA: Australia Dilanda Banjir Terparah dalam Setengah Abad

Ada 83 penyelamatan banjir oleh layanan darurat dalam 24 jam terakhir saja, katanya.

"Sayangnya ini menunjukkan bahwa orang tidak selalu mengindahkan saran yang terus kami berikan beberapa kali sehari sehubungan dengan peristiwa banjir ini," kata Cooke.

"Saya dengan hormat meminta orang-orang untuk menghindari perjalanan yang tidak penting saat ini."

Para ahli mengatakan keadaan darurat banjir telah diperburuk oleh perubahan iklim dan fenomena cuaca La Niña.

La Niña berkembang ketika angin kencang meniup permukaan air hangat Pasifik menjauh dari Amerika Selatan dan menuju Indonesia. Sebagai gantinya, air yang lebih dingin muncul ke permukaan.

Di Australia, La Niña meningkatkan kemungkinan hujan, angin topan, dan suhu siang hari yang lebih dingin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini