MALANG - Suara perempuan yang mengaku penjual dawet viral pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Pasalnya ia mengklaim banyak Aremania yang diduga tengah mabuk di saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berujung meninggalnya banyak nyawa ini.
Si perempuan penjual dawet ini mengaku banyak Aremania yang dalam keadaan mabuk mengejar menghajar seorang polisi yang berupaya menyelamatkan seorang anak kecil yang terjepit di pintu 3. Sang perempuan itu mengaku menyelamatkan polisi itu ke dalam tokonya.
"Nah si Pak Arif ini nolong (anak yang terjepit), tapi dipukuli kepalanya. Kenapa saya tahu? Karena saya selamatkan di toko saya, yang namanya Pak Arif ini. Polisi ini. Tak selamatkan. Malah saat itu dawetku iki, aku dodolan dawet, kate dikeprukne. Yo aku, 'lho, iki dawet mas, ojo, ojo, yo. Terus dideleh. Habis itu anak kecil ini sama Pak Arif ini diraupi, dicuci mukanya. (Aku jualan dawet, malah mau dipukul. Ya aku bilang ini dawet jangan, jangan, terus ditaruh, habis itu anak kecil ini sama Pak Arif dibasuh, dicuci mukanya)," jelasnya.
"Ndek tokoku, mas. Dadi terus masuk. Diuber karo bocah sing iki mau, koyok jaran kepang kalap ngono kae. Dia sembarang wong digepuki, diantemi. Terus tambah lagi, tambah lagi, karena mereka mabuk. Dan banyak yang konsumsi obat terlarang. Gitu, lho (di tokoku, jadi terus masuk, dikejar oleh anak yang tadi. Seperti kuda lumping, marah gitu, semua orang dipukuli, ditambah lagi, mereka mabuk. Dan banyak konsumsi obat terlarang)," demikian narasi yang disampaikan suara perempuan penjual dawet yang viral itu.
MNC Portal mencoba melakukan penulusuran ke lokasi, saat ditelusuri di sepanjang pertokoan Stadion Kanjuruhan Malang mayoritas didominasi oleh penjual makanan, kopi, suvenir Arema, hingga furnitur meubel. Beberapa pengakuan pedagang yang ada di sekitar, tak tahu ada toko yang menjual dawet.
Husna seorang pedagang di sekitar stadion menyebut, tak tahu pasti lokasi penjual dawet yang mengaku berjualan di stadion. Menurutnya, mayoritas pedagang di Stadion Kanjuruhan berjualan kopi, makanan ringan, suvenir Arema.
"Saya sendiri baru dengar waktu viral itu, setahu saya nggak ada di sini. Mungkin penjual keliling nggak tahu juga," kata Husna, pada Kamis (6/10/2022).