HELSINKI/STOCKHOLM - Penyelidikan di lokasi kerusakan pipa gas Nord Stream 1 dan 2 dari Rusia ke Eropa menemukan adanya bukti ledakan, memperkuat kecurigaan "sabotase besar", demikian diumumkan Dinas Keamanan Swedia pada Kamis, (6/10/2022).
Pihak berwenang Swedia dan Denmark telah menyelidiki empat kebocoran setelah jaringan pipa, yang menghubungkan Rusia dan Jerman melalui Laut Baltik dan telah menjadi titik nyala dalam krisis Ukraina, rusak pada awal pekan lalu.
BACA JUGA:cPimpinan Mata-Mata Rusia Sebut Ledakan Nord Stream Aksi Terorisme, Tuding Barat Bertanggung Jawab
Eropa, yang bergantung pada Rusia untuk sekira 40% dari gasnya, menghadapi krisis energi setelah invasi Moskow ke Ukraina memutus pasokan bahan bakar dalam kebuntuan yang berkelanjutan.
Penyelidikan dilakukan terhadap penyebab kebocoran Nord Stream di saat Rusia menyalahkan Barat, dengan menunjukkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan diuntungkan dengan kerusakan tersebut. Washington membantah terlibat dalam kebocoran Nord Stream.
"Setelah menyelesaikan investigasi TKP, Dinas Keamanan Swedia dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi ledakan di Nord Stream 1 dan 2 di zona ekonomi Swedia," kata dinas itu sebagaimana dilansir Reuters.
Dinas keamanan menambahkan bahwa ada kerusakan parah pada jaringan pipa gas dan telah mengambil beberapa material dari lokasi yang sekarang akan dianalisis. Bukti "telah memperkuat kecurigaan sabotase besar", tambah pernyataan itu.
Penyelidikan TKP yang dilakukan oleh Penjaga Pantai dan Angkatan Laut Swedia akan melibatkan kendaraan tak berawak, kata Juru Bicara Angkatan Laut Swedia Jimmie Adamsson.
“Pipa-pipa itu berada di kedalaman 70-80 meter dan di kedalaman itu Anda menggunakan kendaraan bawah air tanpa awak,” tambahnya.
Rusia mengatakan telah diberitahu melalui saluran diplomatik bahwa mereka tidak dapat bergabun dalam penyelidikan.