"Sampai sekarang, tidak ada rencana untuk meminta pihak Rusia bergabung dalam penyelidikan," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa Moskow menjawab tidak mungkin melakukan penyelidikan objektif tanpa partisipasinya.
Operator jaringan pipa milik Rusia dan mitra Eropa mengatakan minggu ini mereka tidak dapat memeriksa bagian yang rusak karena otoritas Denmark dan Swedia telah menutup daerah itu pada Senin, (3/10/2022).
Otoritas Penuntutan Swedia mengatakan pada Kamis bahwa daerah itu, di mana gas yang dimuntahkan ke laut selama hampir seminggu, tidak lagi ditutup.
Pada Rabu, (5/10/2022) Menteri Kehakiman Swedia, sebagai tanggapan kepada Kremlin, mengatakan bahwa tidak mungkin membiarkan orang lain mengambil bagian dalam penyelidikan kriminal negara itu.
Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod mengatakan kepada Reuters pada Kamis bahwa satuan tugas yang dipimpin polisi antara Denmark, Swedia dan Jerman bertanggung jawab atas penyelidikan itu.
Sementara itu Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Moskow akan menuntut "penyelidikan yang komprehensif dan terbuka" yang mencakup pejabat Rusia dan Gazprom.
"Tidak mengizinkan pemilik (pipa) untuk menyaksikan penyelidikan berarti ada sesuatu yang disembunyikan," kata Zakharova.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.