Share

Pimpinan Mata-Mata Rusia Sebut Ledakan Nord Stream Aksi Terorisme, Tuding Barat Bertanggung Jawab

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 30 September 2022 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 18 2678403 pimpinan-mata-mata-rusia-sebut-ledakan-nord-stream-aksi-terorisme-tuding-barat-bertanggung-jawab-bC3y6dDDJ5.jpg Gelembung gas muncul di permukaan laut dengan luas diameter sekira 1 kilometer akibat kebocoran di jalur pipa gas Rusia di Laut Baltik, 27 September 2022. (Foto: Reuters)

LONDON – Pimpinan agen mata-mata Rusia pada Jumat, (30/9/2022) mengatakan bahwa Moskow memiliki intelijen yang menunjukkan bahwa Barat berada di balik apa yang dikatakan sebagai "tindakan teroris" terhadap jaringan pipa gas Nord Stream di bawah Laut Baltik.

Dua pipa Nord Stream mencatat penurunan tajam tekanan pada 26 September dan seismolog mendeteksi ledakan, memicu gelombang spekulasi tentang siapa yang mungkin telah menyabot salah satu koridor energi terpenting Rusia.

Uni Eropa mengatakan pihaknya menduga sabotase menyebabkan kerusakan pada jaringan pipa Nord Stream 1 dan 2 di perairan Swedia dan Denmark. Gedung Putih telah menolak tuduhan Rusia bahwa mereka berada di balik insiden tersebut.

"Kami memiliki materi yang menunjukkan jejak Barat dalam organisasi dan implementasi aksi teroris ini," kata Sergei Naryshkin, direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), kepada wartawan di televisi pemerintah.

Pernyataan kepala mata-mata itu adalah tuduhan publik paling langsung terhadap Barat dari seorang pejabat senior Rusia. Dia tidak mengatakan bukti apa yang dimiliki Rusia, tetapi mengatakan Barat berusaha mengaburkan siapa yang melakukan serangan itu.

"Barat melakukan segalanya untuk menyembunyikan pelaku dan penyelenggara sebenarnya dari aksi teroris internasional ini," kata Naryshkin sebagaimana dilansir Reuters. SVR adalah penerus langsung dari Direktorat Utama Pertama KGB era Soviet.

Presiden Vladimir Putin pada Kamis, (29/9/2022) mengatakan "sabotase yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap jaringan pipa gas Nord Stream adalah "tindakan terorisme internasional."

Kremlin menolak mengomentari pernyataan Naryshkin tetapi mengatakan perlu ada penyelidikan internasional menyeluruh atas insiden tersebut.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menteri energi Swedia mengatakan pada Jumat bahwa "sangat mungkin" bahwa serangan terhadap jaringan pipa dilakukan dengan sengaja oleh aktor negara.

Sejak kebocoran pertama kali terdeteksi awal pekan ini, para pejabat di Moskow telah mengisyaratkan bahwa Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), bisa berada di balik serangan itu. Pada Kamis juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Washington akan mendapatkan keuntungan dari jaringan pipa yang terganggu.

Baik Nord Stream 1 atau 2 tidak beroperasi ketika retakan ditemukan pada Senin, (26/9/2022) tetapi keduanya mengandung gas. Nord Stream AG, operator pipa Nord Stream 1, mengatakan pihaknya memperkirakan kebocoran gas akan berhenti pada Senin, (3/10/2022) tetapi belum dapat mengakses area tersebut untuk menilai kerusakan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini