Jawaban ini mungkin bica dicari di tulisan mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada minggu ini.
"Negara Ukraina dalam konfigurasinya saat ini... akan menjadi ancaman yang konstan, langsung, dan jelas bagi Rusia. Saya yakin tujuan dari tindakan kita di masa depan adalah penghancuran total rezim politik Ukraina,” tulisnya.
Jika kata-kata Medvedev mencerminkan pemikiran Putin, itu berarti mengharapkan konflik berkepanjangan dan berdarah.
Tapi, mau tidak mau, tindakan Putin di luar negeri memiliki konsekuensi di dalam negeri. Selama bertahun-tahun, Kremlin dengan susah payah mengembangkan citra Putin tentang "Tuan Stabilitas", mendorong publik Rusia untuk percaya bahwa selama dia memimpin mereka akan aman.
Namun, itu sulit ‘dijual’ sekarang.
"Kontrak sebelumnya antara Putin dan masyarakat adalah bahwa 'Saya melindungi Anda'," kata Remchukov.
"Selama bertahun-tahun slogan utamanya adalah 'prediktabilitas'. Prediktabilitas macam apa yang ada hari ini? Konsepnya sudah berakhir. Tidak ada yang bisa diprediksi. Wartawan saya tidak tahu apakah mereka akan menerima surat panggilan terkait mobilisasi militer ketika mereka pulang hari ini,” ujarnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.