Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BPOM Temukan 41 Obat Tradisional Mengandung BKO di Indonesia

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 13 Oktober 2022 |02:30 WIB
 BPOM Temukan 41 Obat Tradisional Mengandung BKO di Indonesia
Illustrasi (foto: Freepick)
A
A
A

BANDA ACEH - Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan, adanya 41 obat tradisional di Indonesia mengandung bahan kimia obat (BKO) dalam kurun waktu 10 bulan terakhir.

"Berdasarkan hasil samping dan pengujian BPOM pada periode Oktober 2021 sampai Agustus 2022, ditemukan 41 item obat tradisional mengandung bahan kimia obat," kata Koordinator Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan dan Mutu BPOM, Better Rider seperti dilansir Antara, Rabu (12/10/2022).

Hal itu disampaikan Better Rider saat mengisi diskusi kelompok terfokus (FGD) penguatan sinergit pentaheliks terkait bahaya obat tradisional mengandung bahan kimia obat (BKO) bersama BBPOM Banda Aceh.

 BACA JUGA:BPOM Ungkap Obat-obatan dan Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya Senilai Rp27,8 Miliar

Ia mengatakan, tren penambahan bahan kimia obat pada obat tradisional tersebut seperti sildenafil sitrat dengan klaim penambah stamina pria dan deksametason, fenilbutason dan parasetamol dengan klaim pegal linu.

Kemudian, efedrin dan pseudoefedrin dengan klaim tidak tepat untuk pencegahan serta penyembuhan gejala pada Covid-19 yaitu batuk dan sakit tenggorokan.

"Kalau berdasarkan laporan otoritas pengawasan obat dan makanan negara lain, diketahui sebanyak 95 item obat tradisional dan suplemen kesehatan mengandung bahan kimia obat," katanya.

 BACA JUGA:BPOM Ungkap Peredaran Vitamin Ilegal Senilai Rp185,2 Miliar di E-Commerce

Ia menambahkan, obat tradisional harus benar-benar alami tidak dicampurkan dengan bahan kimia obat lainnya. Karena bisa berdampak negatif pada kesehatan, merusak tubuh, citra obatnya serta menurunkan kredibilitas.

"Obat tradisional yang alami itu tidak memberikan efek pengobatan yang instan, jika dibandingkan dengan yang telah mengandung BKO," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement